Penerus Kim Jong-Un Bukan Putra Mahkota? Ini Fakta Kim Ju-Ae yang Mengubah Peta Suksesi

PASUNDANEKSPRES.ID - Ada yang bisa menebak siapa calon penerus Kim Jong-un berikutnya? Dari kalangan politik lagi? Bukan! Atau "tangan kanan" nya? Bukan juga!
Lantas siapa yang akan jadi Presiden Korea Utara selanjutnya ini? Isu penerus Kim Jong-Un ini memang mencuat sejak kemunculan publik yang tak biasa.
Sosok remaja perempuan bernama Kim Ju-Ae semakin kerap terlihat mendampingi pemimpin tertinggi Kim Jong-un dalam berbagai agenda kenegaraan strategis, memunculkan spekulasi bahwa dirinya tengah diarahkan sebagai penerus Kim Jong-Un di masa depan.
Dugaan tersebut tidak muncul tanpa dasar.
Penilaian itu bersumber dari laporan badan intelijen negara tetangga serta pemberitaan sejumlah media internasional yang secara konsisten mengikuti perkembangan politik rezim yang dikenal sangat tertutup.
Melansir dari kanal YouTube Sepulang Sekolah, selama bertahun-tahun, dunia bahkan tak tahu bahwa Kim Jong-Un memiliki seorang putri.
Informasi pertama justru datang dari sosok tak terduga: mantan bintang NBA, Dennis Rodman.
Pada 2013, ia mengunjungi Pyongyang dan mengaku sempat menggendong bayi perempuan Kim. Sejak itu, nama Kim Ju-ae perlahan mencuat, meski tak pernah diumumkan resmi oleh pemerintah Korea Utara.
Kemunculan yang Mengubah Segalanya
Penerus Kim Jong-Un mulai dianggap serius saat Kim Ju-Ae tampil dalam peluncuran rudal balistik antarbenua pada November 2022.
Media pemerintah menyebutnya sebagai “anak tercinta” tanpa menyebut nama.
Namun penyebutan istilah Hangdo, gelar simbolik bagi pewaris, membuat banyak analis yakin bahwa ini bukan sekadar kemunculan biasa.
Ia kerap terlihat mendampingi ayahnya dalam parade militer, kunjungan ke makam keluarga di Kumsusan Palace of the Sun, hingga pertemuan dengan delegasi asing. Kehadirannya konsisten.
Bahasa tubuhnya tenang. Posisi berdirinya sering sejajar, bukan sekadar di belakang. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan bahkan menyebut Kim Ju-Ae telah memasuki tahap “penunjukan penerus”.
Jika benar, maka penerus Kim Jong-Un ini berpotensi menjadi pemimpin perempuan pertama dalam sejarah Korea Utara, negara yang dikenal sangat patriarkis.
Mengapa Putri, Bukan Putra?
Pertanyaan besar muncul: mengapa anak perempuan? Secara tradisi, garis kepemimpinan keluarga Kim selalu didominasi laki-laki, mulai dari Kim Il-sung, Kim Jong-il, hingga Kim Jong-un.
Kim Jong-Un diyakini memiliki anak laki-laki, tetapi tak pernah diperlihatkan ke publik.
Sebaliknya, Kim Ju-Ae terus dimunculkan dalam acara strategis. Sebagian analis menilai ini bagian dari proses legitimasi bertahap, membangun citra sejak dini agar publik terbiasa.
Ada pula faktor pengalaman pribadi. Kim Jong-Un sendiri baru diumumkan sebagai penerus sekitar setahun sebelum ayahnya wafat.
Waktu persiapan yang singkat disebut membuatnya harus belajar cepat dalam tekanan besar. Situasi itu diduga mendorongnya mempersiapkan penerus lebih awal.
Masa Depan Penerus Kim Jong-un yang Masih Tertutup
Penerus Kim Jong-Un masih menyisakan tanda tanya. Apakah Kim Ju-Ae akan membawa perubahan atau justru melanjutkan pola kepemimpinan yang sama?
Belum ada jawaban pasti. Usianya baru sekitar 13 tahun pada 2026, namun posisinya sudah disebut sebagai figur paling berpengaruh kedua setelah sang ayah.
Dunia menunggu perkembangan berikutnya. Jika benar Kim Ju-ae diresmikan, maka sejarah baru akan tercipta di Korea Utara.
Penerus Kim Jong-un bukan lagi sekadar rumor, melainkan proyek politik jangka panjang yang sedang dibentuk di depan mata publik internasional.
(pm)
