Penipuan WhatsApp via Telepon 2026! Daftar Nomor +91, +234, +84 dan Lainnya yang Sering Dipakai Penipu

PASUNDAN EKSPRES.ID – Penipuan melalui WhatsApp semakin canggih di tahun 2026. Salah satu modus yang paling marak adalah penipuan WhatsApp lewat telepon (voice call atau video call) dari nomor asing yang tidak dikenal.
Pelaku sering menggunakan panggilan singkat (missed call) atau panggilan langsung untuk memancing korban menelepon balik, mengirim OTP, atau memberikan data pribadi.
Modus ini dikenal sebagai Wangiri scam atau variasi vishing (voice phishing) yang memanfaatkan nomor internasional untuk mengelabui pengguna.
Menurut laporan dari berbagai sumber terpercaya seperti CNBC Indonesia, Bloomberg Technoz, dan komunitas keamanan siber per 31 Maret 2026, kasus penipuan WhatsApp melalui panggilan telepon meningkat tajam.
Pelaku biasanya memanfaatkan teknologi VoIP sehingga nomor yang muncul seolah-olah berasal dari luar negeri, padahal bisa dilakukan dari mana saja.
Tujuannya adalah memancing korban untuk menelepon balik (menyebabkan biaya internasional tinggi) atau memancing percakapan untuk mencuri data pribadi, OTP, atau bahkan melakukan pemerasan melalui video call.
Modus yang paling umum adalah missed call singkat dari nomor asing di malam atau dini hari.
Korban yang penasaran menelepon balik akan dikenakan tarif premium yang sangat mahal per detik.
Ada pula yang langsung melakukan voice call sambil berpura-pura sebagai petugas bank, kurir, atau bahkan kenalan yang “ganti nomor”.
Beberapa pelaku menggunakan video call untuk meminta korban menunjukkan wajah atau layar HP, lalu memeras dengan ancaman.
Daftar Nomor Telepon Penipuan Di Whatsapp
Berikut adalah daftar nomor telepon dan kode negara yang sering terindikasi digunakan untuk penipuan WhatsApp lewat telepon di tahun 2026 berdasarkan laporan pengguna dan media:
- +91 (India) – Sangat sering digunakan untuk missed call dan voice scam.
- +234 (Nigeria) – Modus klasik wangiri dan job scam.
- +84 (Vietnam) – Banyak laporan panggilan video tidak diinginkan.
- +60 (Malaysia) – Sering muncul dalam missed call dan penipuan romansa.
- +62 (Indonesia) – Nomor lokal palsu yang dikombinasikan dengan spoofing.
- +223 (Mali) – Terindikasi dalam scam panggilan internasional.
- +254 (Kenya) – Marak untuk voice call penipuan.
- +1 (Amerika Serikat) – Digunakan untuk spoofing nomor bank atau institusi.
- +44 (Inggris) – Sering muncul dalam impersonation scam.
- +92 (Pakistan) – Dilaporkan untuk video call yang meminta data pribadi.
Nomor-nomor di atas bukan berarti semua panggilan dari kode negara tersebut adalah penipuan, tetapi frekuensi laporan yang tinggi membuatnya patut diwaspadai.
Pelaku sering menggunakan nomor panjang atau kombinasi aneh yang tidak wajar.
Otoritas seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika serta OJK terus mengingatkan masyarakat untuk tidak mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal, terutama yang berasal dari luar negeri.
Jika terlanjur mengangkat, jangan pernah memberikan OTP, data kartu kredit, atau informasi pribadi.
Segera blokir nomor tersebut dan laporkan melalui fitur WhatsApp atau ke aduannomor.id.
Cara melindungi diri dari penipuan WhatsApp lewat telepon tahun 2026:
- Aktifkan fitur “Heningkan Penelepon Tak Dikenal” di pengaturan WhatsApp.
- Jangan pernah menelepon balik nomor asing yang missed call.
- Verifikasi identitas melalui channel resmi jika ada klaim dari bank atau institusi.
- Gunakan aplikasi keamanan siber untuk mendeteksi nomor mencurigakan.
- Laporkan ke WhatsApp dan otoritas jika menerima panggilan mencurigakan.
Penipuan ini semakin berbahaya karena pelaku bisa menggabungkan teknik spoofing dan social engineering.
Di tahun 2026, kasus penipuan digital di Indonesia mencapai ribuan laporan per hari, dengan WhatsApp menjadi salah satu platform favorit pelaku.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang sering menerima panggilan bisnis atau dari nomor tidak dikenal.
Jika Anda menjadi korban, segera laporkan ke polisi atau layanan pengaduan resmi seperti 110 atau situs aduan OJK.
Dengan kewaspadaan yang tinggi dan tidak mudah terpancing, kita dapat meminimalkan risiko menjadi korban penipuan WhatsApp lewat telepon. Selalu ingat jika nomornya tidak dikenal dan berasal dari luar negeri, lebih baik abaikan saja.
