Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Hari Ibu di Indonesia: Bukan Sekadar Perayaan, Ini Kisah Perjuangan di Baliknya

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|11:10 WIB
Bagikan:
Sejarah Hari Ibu di Indonesia: Bukan Sekadar Perayaan, Ini Kisah Perjuangan di Baliknya
Ilustrasi Berupa Siluet Wanita dan Anak untuk Memperingati Hari Ibu. (Sumber Gambar: Edited via Canva)

 PASUNDANEKSPRES.ID - Selamat Hari Ibu untuk seluruh ibu dan calon ibu di manapun berada! Peringatan Hari Ibu di Indonesia selalu hadir sebagai momen penuh makna yang tidak sekadar berisi ucapan kasih sayang.

Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember dan menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, persatuan, serta peran perempuan dalam membangun bangsa.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat kolektif para perempuan yang ingin masa depan lebih setara dan bermartabat, jauh sebelum perayaan ini dikenal luas seperti sekarang.

Perbedaan peringatan Hari Ibu di Indonesia terasa jelas jika dibandingkan 'Mother’s Day' di negara lain.

Di tanah air, sejarah Hari Ibu di Indonesia tidak berakar pada budaya komersial, melainkan pada momentum kebangkitan perempuan yang memperjuangkan hak, pendidikan, dan peran sosial.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia dan Awal Perjuangan Perempuan

Dilansir dari detik, Sejarah Hari Ibu di Indonesia bermula dari Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada tahun 1928 di Yogyakarta.

Kongres ini menjadi tonggak penting persatuan perempuan dari berbagai daerah, latar belakang, dan organisasi.

Mereka berkumpul untuk membahas persoalan mendasar yang dihadapi perempuan saat itu, mulai dari pendidikan, pernikahan, hingga keterlibatan perempuan dalam perjuangan bangsa.

Peringatan Hari Ibu di Indonesia kemudian ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959.

Tanggal 22 Desember dipilih karena bertepatan pembukaan Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada 22–25 Desember 1928. Keputusan tersebut menjadi pengakuan negara atas peran besar perempuan dalam sejarah nasional.

Isu yang dibahas dalam kongres mencerminkan keberanian perempuan melampaui zamannya.

Pendidikan anak perempuan, perbaikan nasib perempuan, serta partisipasi aktif dalam perjuangan kemerdekaan menjadi sorotan utama.

Makna Tema Hari Ibu 2025 dalam Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Peringatan Hari Ibu 2025 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045” yang dirilis oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Tema ini melanjutkan semangat sejarah Hari Ibu di Indonesia yang selalu menempatkan perempuan sebagai kekuatan perubahan.

Tema tersebut menjadi pedoman bagi berbagai pihak dalam merancang kegiatan peringatan.

Peran strategis perempuan dalam pembangunan berkelanjutan, kepemimpinan, serta kontribusi nyata di berbagai sektor kembali ditekankan.

Perempuan tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai pengambil keputusan yang menentukan arah masa depan.

Makna ini sejalan nilai luhur sejarah Hari Ibu di Indonesia yang lahir dari keberanian perempuan memperjuangkan perubahan.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia untuk Masa Kini

Peringatan Hari Ibu di Indonesia tahun 2025 menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pejuang perempuan masa lalu.

Mereka telah membuka jalan bagi generasi masa kini untuk menikmati hak pendidikan, kesempatan berkarya, serta peran setara dalam kehidupan berbangsa.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia mengajarkan bahwa perjuangan perempuan tidak pernah berdiri sendiri. Nilai persatuan, keberanian bersuara, dan kepedulian sosial menjadi warisan yang terus relevan.

Jadi, itulah sejarah Hari Ibu di Indonesia yang ternyata menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, harapan, dan cita-cita besar bagi masa depan bangsa.

(pm)

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang53 menit lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat1 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga4 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional5 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat5 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline5 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang7 jam lalu
Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Nasional8 jam lalu
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Lifestyle9 jam lalu