Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Siapa Saja Orang yang Wajib Membayar Fidyah Puasa? Ini Penjelasannya

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|11:52 WIB
Bagikan:
Siapa Saja Orang yang Wajib Membayar Fidyah Puasa? Ini Penjelasannya
Siapa Saja Orang yang Wajib Membayar Fidyah Puasa? (Foto: Pexels/Thirdman)

PASUNDAN EKSPRES - Simak selengkapnya informasi mengenai siapa saja orang yang wajib membayar fidyah puasa.

Berpuasa adalah kewajiban bagi Umat Islam yang memenuhi syarat dengan menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkannya, mulai dari terbit fajar hinga terbenamnya matahari.

Namun, ada kondisi tertentu yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa seperti sakit, lanjut usia, dan keadaan lainnya.

Bagi orang yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan, salah satu cara menggantinya adalah dengan membayar fidyah.

Melansir dari laman NU Online Lampung, fidyah dapat diartikan sebagai denda (biasanya berupa makanan pokok) yang harus dibayar oleh seorang Muslim karena melanggar salah satu ketentuan dalam ibadah puasa, misalnya karena penyakit menahun atau penyakit tua yang menimpa dirinya.

Sebagaimana diketahui, ada 6 golongan orang yang diperbolehkan membatalkan puasanya pada siang hari yakni orang sakit, orang jompo, wanita hamil, musafir, orang yang kelaparan dan kehausan, dan wanita menyusui.

Dari enam golongan di atas, sebagian golongan tersebut wajib membayar fidyah atas puasa yang ditinggalkannya.

Siapa saja orang yang wajib membayar fidyah puasa? Berikut informasi selengkapnya.

Golongan Orang yang Wajib Membayar Fidyah Puasa

Berikut orang yang wajib membayar fidyah atas puasa yang ditinggalkannya yang dilansir dari laman NU Online Lampung.

1. Orang Tua Renta

Orang yang tua renta atau jompo yang tidak sanggup lagi menjalankan puasa, tidak terkena tuntutan berpuasa. 

Kewajibannya diganti dengan membayar fidyah satu mud makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. 

Adapun batasan tidak mampu di sini adalah sekiranya dengan dipaksakan berpuasa menimbulkan kepayahan (masyaqqah).

Orang dalam jenis kategori ini juga tidak terkena tuntutan mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan.

2. Orang Sakit Parah

Orang sakit parah yang tidak ada harapan sembuh dan ia tidak sanggup berpuasa, tidak terkena tuntutan kewajiban puasa Ramadhan. Sebagai gantinya, ia wajib membayar fidyah. 

Seperti orang tua renta, batasan tidak mampu berpuasa bagi orang sakit parah adalah sekiranya mengalami kepayahan apabila ia berpuasa.

Orang dalam kategori ini hanya wajib membayar fidyah, tidak ada kewajiban puasa, baik ada’ (dalam bulan Ramadhan) maupun qadha’ (di luar Ramadhan).  

Berbeda dengan orang sakikt yang masih diharapkan sembuh, ia tidak wajib membayar fidyah namun berkewajiban mengganti puasanya di kemudian hari (qadha).

3. Wanita Hamil atau Menyusui

Ibu hamil atau wanita yang tengah menyusui, diperbolehkan meninggalkan puasa bila ia mengalami kepayahan dengan berpuasa atau mengkhawatirkan keselamatan anak/janin yang dikandungnya. 

Di kemudian hari, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkan, baik karena khawatir keselamatan dirinya atau anaknya.    

Mengenai kewajiban fidyah bagi ibu hamil, jika ia khawatir keselamatan dirinya atau dirinya beserta anak/janinnya, maka tidak ada kewajiban fidyah. Jika hanya khawatir keselamatan anak/janinnya, maka wajib membayar fidyah. 

4. Orang yang Meninggal Dunia

Melansir dari laman NU Online Lampung, dalam fiqih Syafi'i, orang yang meninggal dunia dan masih memiliki utang puasa dibagi menjadi dua:

- Orang yang tidak wajib difidyahi. Yaitu orang yang meninggalkan puasa karena uzur dan ia tidak memiliki kesempatan untuk mengqadha, semisal sakitnya berlanjut sampai meninggal. 

Tidak ada kewajiban apa pun bagi ahli waris perihal puasa yang ditinggalkan mayit, baik berupa fidyah atau puasa.      

- Orang yang wajib difidyahi. Yaitu orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur atau karena uzur namun ia menemukan waktu yang memungkinkan untuk mengqadha puasa. Menurut qaul jadid (pendapat baru Imam Syafi’i), wajib bagi ahli waris/wali mengeluarkan fidyah untuk mayit sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.    

Biaya pembayaran fidyah diambilkan dari harta peninggalan mayit. Menurut pendapat ini, puasa tidak boleh dilakukan dalam rangka memenuhi tanggungan mayit. 

Sedangkan menurut qaul qadim (pendapat lama Imam Syafi’i), wali/ahli waris boleh memilih di antara dua opsi, membayar fidyah atau berpuasa untuk mayit.  

Qaul qadim dalam permasalahan ini lebih unggul daripada qaul jadid, bahkan lebih sering difatwakan ulama, sebab didukung oleh banyak ulama ahli tarjih.     

Ketentuan di atas berlaku apabila tirkah (harta peninggalan mayit) mencukupi untuk membayar fidyah puasa mayit, bila tirkah tidak memenuhi atau mayit tidak meninggalkan harta sama sekali, maka tidak ada kewajiban apa pun bagi wali/ahli waris, baik berpuasa untuk mayit atau membayar fidyah, namun hukumnya sunnah (Syekh Nawawi al-Bantani, Qut al-Habib al-Gharib, hal. 221-222). 

5. Orang yang Mengakhirkan Qadha Ramadhan

Orang yang menunda-nunda qadha puasa Ramadhan, padahal ia memungkinkan untuk segera mengqadha sampai datang Ramadhan berikutnya, maka ia berdosa dan wajib membayar fidyah satu mud makanan pokok untuk per hari puasa yang ditinggalkan. 

Fidyah ini diwajibkan sebagai ganjaran atas keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan.

(inm)

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline4 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle5 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang6 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional8 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle9 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional10 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline10 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline12 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle13 jam lalu