Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tali Apple Watch Diklaim Bebas dari Bahan Kimia Berbahaya

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|19:45 WIB
Bagikan:
Tali Apple Watch Diklaim Bebas dari Bahan Kimia Berbahaya
Tali Apple Watch diklaim tidak mengandung bahan kimia berbahaya. (Foto: Apple)

PasundanEkspres - Apple saat ini menghadapi gugatan hukum terkait dugaan bahwa tali strap Apple Watch mengandung bahan kimia berbahaya. Namun, perusahaan tersebut menegaskan bahwa produknya tetap aman digunakan.

Dilansir dari TechRadar pada Rabu (29/1/2025), gugatan ini diajukan di California, Amerika Serikat, pada 21 Januari 2025. Gugatan tersebut mewakili konsumen yang telah membeli Apple Watch Ultra 2 dengan Ocean Band serta pembeli Nike Sport Band. Apple dituduh memberikan klaim yang menyesatkan mengenai keberlanjutan produk mereka serta manfaatnya bagi kesehatan dan kesejahteraan pengguna.

"Kenyataannya, produk tersebut mengandung zat perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl substances (PFAS) yang berbahaya bagi kesehatan manusia serta lingkungan," demikian bunyi tuntutan hukum tersebut.

Menanggapi tuduhan tersebut, Apple menegaskan bahwa Apple Watch tetap aman untuk digunakan. Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah melakukan berbagai pengujian dan analisis terhadap material yang digunakan dalam produk mereka sebelum dipasarkan.

"Tali pada Apple Watch telah terbukti aman bagi pengguna. Selain melakukan pengujian internal, kami juga bekerja sama dengan laboratorium independen untuk melakukan uji coba dan analisis material secara mendalam, termasuk pada tali Apple Watch," ungkap Apple.

Apple juga menekankan bahwa mereka memiliki rekam jejak dalam mengeliminasi bahan kimia berbahaya dari produk serta fasilitas produksinya. Bahkan, mereka mengklaim bahwa standar internal mereka lebih ketat dibandingkan dengan regulasi resmi demi melindungi kesehatan manusia.

Gugatan hukum ini diduga bermula dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Notre Dame. Studi tersebut menemukan keberadaan zat kimia berbahaya pada tali smartwatch.

Namun, penelitian ini tidak secara spesifik menyebutkan merek atau tipe produk yang diuji, melainkan hanya mencantumkan nomor sampel. Produk smartwatch yang diteliti dalam riset ini meliputi Apple, CASETiFY, Fitbit, Google, dan Samsung.

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional33 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu