Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

4 Pelanggaran Akademik Doktoral Bahlil Lahadalia Diungkap Dewan Guru Besar UI, Kampus Belum Ambil Keputusan

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|13:46 WIB
Bagikan:
4 Pelanggaran Akademik Doktoral Bahlil Lahadalia Diungkap Dewan Guru Besar UI, Kampus Belum Ambil Keputusan
Hasil sidang etik dugaan pelanggaran akademik oleh Bahlil diungkap UI, di mana buntut gelar S3 ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ramai diperbincangkan publik./Tangkapan Layar Instagram @Bahlillahadalia

Jakarta – Polemik terkait gelar doktor (S-3) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) terus bergulir.

Hasil sidang etik mengenai dugaan pelanggaran akademik telah disampaikan oleh Dewan Guru Besar (DGB) UI, namun hingga kini kampus belum mengambil keputusan resmi.

Direktur Humas, Media, Pemerintahan, dan Internasional UI, Arie Afriansyah, menegaskan bahwa pihak universitas belum mengeluarkan keputusan akhir terkait status akademik Bahlil.

“Bisa saya sampaikan bahwa UI sampai saat ini belum mengeluarkan keputusan resmi apapun terkait status Pak Bahlil,” ujar Arie saat dikonfirmasi, Rabu (28/2/2025).

Sementara itu, Ketua DGB UI, Harkristuti Harkrisnowo, mengonfirmasi bahwa tim sidang etik telah menyelesaikan tugasnya dan memberikan rekomendasi kepada rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), serta Senat Akademik.

“Tim Sidang Etik DGB UI sudah menyampaikan rekomendasi kepada rektor. Keputusan selanjutnya ada di tangan rektor,” kata Harkristuti.

Meski hasil sidang etik telah disampaikan, baik Arie maupun Harkristuti tidak dapat mengonfirmasi rincian poin-poin pelanggaran serta sanksi yang beredar di media sosial.

“Kami hanya bisa menyampaikan hasilnya kepada internal DGB UI,” jelas Harkristuti.

Empat Pelanggaran Akademik

Sebelumnya, beredar di media sosial bahwa investigasi mendalam menemukan empat pelanggaran akademik yang diduga dilakukan Bahlil.

Berdasarkan dokumen risalah rapat pleno DGB UI pada 10 Januari 2025, disebutkan bahwa proses investigasi telah melibatkan pelapor, terlapor, saksi, hingga pejabat akademik terkait.

Empat dugaan pelanggaran tersebut antara lain:

  1. Ketidakjujuran akademik, termasuk pengambilan data tanpa izin dan kurangnya transparansi.
  2. Pelanggaran standar akademik, di mana gelar doktor diperoleh dalam waktu yang terlalu singkat dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Perlakuan istimewa dalam proses pembimbingan dan kelulusan.
  4. Konflik kepentingan antara promotor dan kopromotor.

Atas temuan ini, DGB UI merekomendasikan sejumlah sanksi. Bahlil diwajibkan menulis ulang disertasi dengan topik baru yang sesuai dengan standar akademik UI.

Sementara itu, promotor, kopromotor, serta pimpinan program studi yang terlibat direkomendasikan untuk menerima sanksi berupa teguran keras, larangan mengajar, hingga penundaan kenaikan pangkat.

Polemik ini menjadi perhatian publik, mengingat kasus ini bukan hanya menyangkut integritas akademik, tetapi juga kredibilitas institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Kini, keputusan akhir berada di tangan rektor UI untuk menentukan langkah selanjutnya terkait status akademik Bahlil Lahadalia. (Disway/idr)

Berita Terbaru

HP realme Terbaru 2026 dari Rp2 Jutaan hingga Rp11 Jutaan, Ini Daftarnya

HP realme Terbaru 2026 dari Rp2 Jutaan hingga Rp11 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle5 jam lalu
Daftar Lengkap HP Xiaomi Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga November

Daftar Lengkap HP Xiaomi Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga November

Lifestyle6 jam lalu
TNI Buka Jalan Baru di Cupunagara Subang Sepanjang 1,5 Kilometer, Peroleh Dukungan dari Dinas PUPR

TNI Buka Jalan Baru di Cupunagara Subang Sepanjang 1,5 Kilometer, Peroleh Dukungan dari Dinas PUPR

Subang9 jam lalu
Forum Masyarakat Subang Bersatu Sampaikan Somasi Terbuka kepada Diskominfo Jabar soal Pemberitaan BYD

Forum Masyarakat Subang Bersatu Sampaikan Somasi Terbuka kepada Diskominfo Jabar soal Pemberitaan BYD

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Geruduk Pabrik BYD Subang, Bukan Tolak Investasi, tapi Minta Warga Lokal Dipekerjakan

Warga Geruduk Pabrik BYD Subang, Bukan Tolak Investasi, tapi Minta Warga Lokal Dipekerjakan

Subang9 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Subang9 jam lalu
Hari Listrik Nasional Ke-81, PLN Group Jawa Barat Wujudkan Mimpi 2.710 Keluarga Prasejahtera Miliki Listrik Sendiri

Hari Listrik Nasional Ke-81, PLN Group Jawa Barat Wujudkan Mimpi 2.710 Keluarga Prasejahtera Miliki Listrik Sendiri

Bandung Barat9 jam lalu
Panitia Pilkades Desa Karangsari Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Desa Karangsari Tetapkan DPS

Subang9 jam lalu
SubangFest Vol. 15 Padukan Kreativitas Anak Muda dan Shalawat

SubangFest Vol. 15 Padukan Kreativitas Anak Muda dan Shalawat

Subang10 jam lalu
Bulog Subang Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP

Bulog Subang Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP

Subang10 jam lalu