Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

93 Pegawai Diduga Terlibat Skandal Kasus Pungli di Rutan KPK

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|10:22 WIB
Bagikan:
93 Pegawai Diduga Terlibat Skandal Kasus Pungli di Rutan KPK
Pada Rabu (17/1/2024) Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Aka mulai menggelar sidang etik terhadap 93 pegawai lembaga antirasuah. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Pada Rabu (17/1/2024) Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Aka mulai menggelar sidang etik terhadap 93 pegawai lembaga antirasuah. 

Seperti yang telah kita ketahui 93 pegawai terlibat dugaan kasus pungutan liar (Pungli)di rumah tahanan (Rutan) KPK. 

"Kasus pungli rutan yang mulai disidangkan nanti pada hari Rabu tanggal 17 (Januari) dan seterusnya," kata Albertina Ho dalam konferensi pers yang dikutip dari Kompas TV, Senin (16/1/2024).

Sidang kode etik akan digelar dalam sembilan berkas. Namun untuk sidang etik terkait kasus tersebut akan dibagi dengan enam berkas untuk 90 orang dan tiga berkas lainnya masing-masing satu orang. 

Albertina mengatakan pihaknya akan mulai menyidangkan 6 berkas untuk 90 orang pegawai KPK. 

"Yang disidangkan dalam 6 berkas itu 90 orang, dan nanti yang tiga berkas belakangan itu masing-masing satu orang jadi ada tiga orang," jelasnya.

BACA JUGA:Kasus Pungli di Rutan KPK Capai Milyaran, Ini Kata Anggota Dewas KPK

"Dan tiga (perkara) lagi disidangkan setelah 6 perkara diputus," tegasnya.

Pemisahan berkas tersebut dilakukan karna penerapan pasal kode etik yang berbada. 

"93 kita pisahkan, yang 90 (orang) ini pasal dugaan pasal yang akan diterapkan kepada mereka sama, kemudian yang tiga (orang), dua (orang) pasalnya berbeda dengan 90 (orang) tadi," jelasnya.

"Sehingga kita tidak bisa sidang bersama-sama dengan yang 90, sebenarnya alasannya itu," imbuhnya.

Meski begitu, saat ini ia belum bisa mengungkapkan 93 orang yang akan disidang etik termasuk dengan kasus pungli tersebut. Ia mengatakan hal tersebut akan disampaikan usai sidang etik rampung digelar. 

"Tapi kalau kita melihat dari sisi etik, nanti setelah sidang etik akan kami sampaikan mengenai pelaku-pelaku utamnya itu siapa saja. Karena ini belum sidang jadi belum bisa kami sampaikan," tegasnya.

Berita Terbaru

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle35 menit lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional59 menit lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle1 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline2 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle2 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle3 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional3 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional3 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle4 jam lalu