Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Banyak Kasus Keracunan, Menkes Budi Pastikan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|21:37 WIB
Bagikan:
Banyak Kasus Keracunan, Menkes Budi Pastikan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan kesiapan penuh kementeriannya untuk mengawal ketat proses persiapan dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kesiapan penuh Kementerian Kesehatan dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Komitmen ini disampaikan menyusul kasus keracunan massal yang dialami ribuan siswa penerima manfaat program tersebut.

Budi menuturkan, Kemenkes bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengawasi secara menyeluruh mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan.

“Kami bersama BGN akan mengontrol setiap tahapan, mulai dari bahan, pengolahan, hingga penyajiannya. Semua sudah disepakati agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Fokus pada Higiene, Sanitasi, dan Standar Gizi

Untuk mencegah kasus serupa, Kemenkes mengaktifkan pengawasan berlapis agar potensi masalah terkait kebersihan, sanitasi, dan kualitas bahan makanan bisa terdeteksi sejak dini di lapangan.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan seluruh dapur mitra MBG memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Budi menargetkan proses audit dan penerbitan SLHS dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.

Sertifikat tersebut akan menjadi syarat mutlak bagi dapur untuk tetap beroperasi.

Selain aspek kebersihan, Kemenkes juga menekankan pentingnya standar gizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG)serta prinsip pangan yang beragam, seimbang, dan aman.

“Program ini bertujuan mengatasi kekurangan gizi dan stunting, bukan justru menimbulkan masalah kesehatan baru,” tegas Menkes Budi. (Disway/idr)

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle1 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu