Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Beras Mahal? Petani Luar Negri Sudah Canggih, Petani Indonesia Bagaimana?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|16:00 WIB
Bagikan:
Beras Mahal? Petani Luar Negri Sudah Canggih, Petani Indonesia Bagaimana?
Beras Mahal? Petani Luar Negri Sudah Canggih, Petani Indonesia Bagaimana? (Sumber Foto Merdeka.com)

PASUNDAN EKSPRES- Indonesia, dengan luas lahan pertanian padi terbesar ketiga di dunia, ternyata masih harus bergantung pada impor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Hal ini menjadi ironi mengingat potensi alam yang melimpah serta keunggulan geografis yang dimiliki Indonesia. Mengapa hal ini terjadi?

Salah satu penyebab utama adalah rendahnya standar mutu dan kualitas gabah hasil panen petani Indonesia.

Kadar air yang tidak terstandarisasi serta proses produksi yang tidak efisien membuat penyimpanan beras menjadi kurang optimal.

Selain itu, biaya produksi beras di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam, meskipun kualitasnya sama.

Permasalahan tersebut dapat ditarik pada satu benang merah, yaitu kurangnya adopsi teknologi pertanian modern.

Di banyak negara, profesi petani tidak lagi identik dengan pertanian tradisional. Mereka telah mengadopsi teknologi pertanian canggih yang mencakup semua proses mulai dari penanaman hingga panen.

Di Indonesia, kesadaran akan teknologi pertanian masih rendah di kalangan petani, dan dukungan dari pemerintah pun minim.

Hanya sekitar 10% petani yang menggunakan teknologi modern dalam proses pertaniannya. Banyak petani yang bahkan tidak memiliki alat untuk mengeringkan hasil panen, sehingga proses pengolahan gabah menjadi tidak efisien.

Hal ini berbeda dengan negara tetangga yang telah mengadopsi teknologi modern secara luas. Mereka memiliki akses dan dukungan pelatihan yang baik, sehingga proses produksi beras menjadi lebih efisien dan biaya produksinya lebih murah.

Namun, ada harapan bagi pertanian Indonesia melalui adopsi teknologi modern. Salah satu inisiatif yang menjanjikan adalah program yang diluncurkan oleh Bank Mandiri sejak tahun 2019.

Melalui program ini, ribuan petani telah dibantu dengan pengadaan alat penggilingan modern seperti rice milling unit.

Program ini tidak hanya memberikan akses kepada petani untuk memproses hasil panen dengan lebih efisien, tetapi juga melibatkan mereka dalam pengelolaan perusahaan alat penggiling padi tersebut.

Para petani tidak hanya menjadi operator mesin, tetapi juga mendapatkan saham dan pembagian keuntungan dari pengelolaan unit tersebut.

Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani, serta menyediakan modal usaha melalui kredit usaha rakyat.

Melalui program ini, pendapatan petani telah meningkat secara signifikan dan mereka tidak lagi tergantung pada tengkulak dengan bunga tinggi.

Meskipun masih dalam skala yang terbatas, program ini menjadi bukti bahwa revitalisasi pertanian Indonesia melalui adopsi teknologi modern adalah langkah yang tepat.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan lebih banyak petani Indonesia dapat menikmati manfaat dari kemajuan teknologi pertanian dan menghasilkan beras dengan standar mutu yang tinggi serta biaya produksi yang lebih rendah.

Semoga upaya ini dapat menjadi contoh bagi inisiatif serupa di masa depan, dan membawa kemajuan yang nyata bagi sektor pertanian Indonesia.

Teruslah mengikuti perkembangan di bidang pertanian, karena pembahasan mengenai pertanian tidak akan pernah habis. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat13 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline48 menit lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline3 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu