Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dewas KPK Beberkan Nilai Pungli di Rutan KPK Capai Rp6,14 Milyar

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|10:40 WIB
Bagikan:
Dewas KPK Beberkan Nilai Pungli di Rutan KPK Capai Rp6,14 Milyar
Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) membeberkan nilai pungutan liar (Pungli) di rutan KPK yang melibatkan 93 pegawai. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) membeberkan nilai pungutan liar (Pungli) di rutan KPK yang melibatkan 93 pegawai. 

Anggota Dewas KPk Alberirtine mengatakan pungli tersebut mencapai Rp6,14 milyar. Lebih lanjut ia mengatakan setiap orang yang etrlibat menerima besaran yang bervariasi. Mulai Rp 1 Juta hingga Rp 504 juta. 

"Teman-teman menanyakan totalnya berapa? Saya tidak bisa menyatakan yang pasti, tetapi sekitar Rp6,148 miliar sekian itu total kami di Dewas," kata Albertina dalam konferensi pers di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2024).

"Kalau kita hubungan dengan uang-uang yang diterima, paling sedikit menerima Rp1 juta paling banyak Rp504 juta sekian," ujarnya. 

Ia juga mengatakan, dalam kasusu ini ia telah memeriksa 169 orang pegawai dan hasilnya 93 orang diduga melakukan pelanggaran etik dan berlanjut ketahap sidang etik. 

BACA JUGA:Kasus Pungli di Rutan KPK Capai Milyaran, Ini Kata Anggota Dewas KPK

Dalam penyelidikan tersebut etrdapat 2 orang yang tidak bisa diteruskan ke sidang kode etik, yang satu karna telah dipecat dan yang satu karna berstatus karyawan alih daya. 

"Kemudian dari 93 orang itu kita juga telah mengumpulkan 65 bukti berupa dokumen, dokumen penyetoran uang dan sebagainya," ucapnya.

Sementara 44 orang lainnya tidak cukup alasan untuk berlanjut ke sidang etik. Selain itu Dewas KPk juga telah memeriksa 27 orang saksi eksternal. 

Para saksi etrsebut merupakan mantan tahanan KPK yang saat ini tengah menjalani masa hukuman di ebebrapa lembaga permasyarakatan (lapas).

Untuk para pegawai yang KPK yang akan melaksanakan kode etik dikenakan pasal penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan dirinya sendiri. Jadi itu Pasal 4 ayat 2 huruf b Perdewas Nomor 3 tahun 2021.

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang1 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline5 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline5 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline5 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle8 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle9 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle10 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle11 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional11 jam lalu