Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dwi Sasetyaningtyas Klarifikasi Kontroversi Paspor Anak “Bukan Menghina, Hanya Keinginan Pribadi”

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|09:31 WIB
Bagikan:
Dwi Sasetyaningtyas Klarifikasi Kontroversi Paspor Anak “Bukan Menghina, Hanya Keinginan Pribadi”
Dwi Sasetyaningtyas Klarifikasi Kontroversi Paspor Anak “Bukan Menghina, Hanya Keinginan Pribadi”

PASUNDAN EKSPRES.ID - Di tengah sorotan tajam publik, alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas angkat bicara lagi soal unggahan viral paspor Inggris anaknya.

Dalam klarifikasi di media sosial, Dwi menegaskan pernyataannya bukan bentuk penghinaan terhadap Indonesia, melainkan ekspresi harapan pribadi sebagai orang tua untuk memberikan “kesempatan lebih luas” bagi anak-anaknya di dunia yang dinilai tidak adil.

“Pilihan kata saya kurang tepat dan menimbulkan kesalahpahaman. Saya minta maaf jika ada yang tersinggung,” tulis Dwi dalam permohonan maaf terbuka (20 Februari 2026).

Ia juga membantah tudingan “kabur” atau memanfaatkan dana negara secara tidak bertanggung jawab, seraya menegaskan masih membayar pajak di Indonesia dan telah menyelesaikan masa kontribusi pasca-lulus S2 (2017).

Sementara itu, suaminya Arya Pamungkas Iwantoro yang juga awardee LPDP untuk S2 dan S3 di Belanda telah berkomunikasi dengan Dirut LPDP dan menyatakan kesediaan mengembalikan dana beasiswa beserta bunga.

Estimasi nilai mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp7,7 miliar tergantung komponen dan akumulasi bunga, karena dugaan belum tuntasnya kewajiban pengabdian 2N+1 tahun di tanah air.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi hal ini dan menyebut rencana blacklist administratif bagi pasangan tersebut dari instansi pemerintah.

LPDP menyayangkan polemik ini karena tidak mencerminkan nilai integritas awardee, namun menegaskan Dwi tidak lagi terikat kontrak hukum.

Lembaga sedang mendalami status Arya dan berencana memanggil untuk klarifikasi.

Dirut LPDP Sudarto juga mengungkap data lebih luas, ada puluhan awardee lain dalam proses sanksi serupa, menunjukkan isu ini bukan kasus tunggal.

Berita Terbaru

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle30 menit lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle1 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat2 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline14 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta14 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle16 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle17 jam lalu