Energi Nasional Tetap Stabil di Tengah Krisis Global, Pemerintah Siapkan Alternatif LPG

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah memastikan kondisi energi nasional tetap stabil meskipun dunia tengah menghadapi ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pasokan dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih berada dalam kondisi aman.
Mengutip Sindonews, Rabu (29/4/2026), Bahlil menyampaikan bahwa kualitas BBM, baik solar maupun bensin, saat ini berada di atas standar minimum nasional. Pemerintah juga terus memantau distribusi energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan rantai pasok global.
“BBM produk baik solar maupun bensin dari semua spek Alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil.
Pasokan Energi Nasional Masih Aman
Menurut Bahlil Lahadalia, stabilitas energi nasional tetap terjaga meski konflik geopolitik di Timur Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap distribusi energi dunia.
Ia mengatakan Indonesia masih mampu menjaga stok energi dan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan pengembangan kilang nasional. Bahkan, stok yang tersedia saat ini disebut masih berada di atas batas minimum nasional.
“Alhamdulillah sudah hampir dua bulan ketika kejadian geopolitik di Timur Tengah dan Selat Hormuz, kita masih stabil,” katanya.
Kondisi ini dinilai penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia yang sangat berpengaruh terhadap rantai pasok energi global.
Ketergantungan LPG Impor Masih Tinggi
Di sisi lain, pemerintah mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait ketergantungan impor LPG. Saat ini konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton.
Artinya, sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor. Situasi ini membuat pemerintah terus mencari solusi alternatif guna memperkuat kemandirian energi nasional.
Pemerintah Kaji Pengembangan CNG
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah kini tengah membahas pengembangan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif pengganti LPG.
Menurut Bahlil, penggunaan CNG dapat menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Sekarang lagi masih dalam pembahasan yang tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG. Ini salah satu alternatif terbaik untuk mendorong agar kemandirian energi sektor LPG bisa kita lakukan,” jelasnya.
Pengembangan energi alternatif dinilai menjadi langkah strategis di tengah ketidakpastian kondisi global dan fluktuasi harga energi dunia.
Pemerintah Fokus pada Ketahanan Energi Nasional
Upaya menjaga energi nasional tetap stabil menjadi prioritas pemerintah demi memastikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Selain menjaga stok BBM dan minyak mentah, pemerintah juga mulai menyiapkan diversifikasi energi untuk jangka panjang.
Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tekanan geopolitik global sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional di masa mendatang.
