Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Energi Nasional Tetap Stabil di Tengah Krisis Global, Pemerintah Siapkan Alternatif LPG

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|22:03 WIB
Bagikan:
Energi Nasional Tetap Stabil di Tengah Krisis Global, Pemerintah Siapkan Alternatif LPG
Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski geopolitik Timur Tengah memanas. (Foto: Pantau)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah memastikan kondisi energi nasional tetap stabil meskipun dunia tengah menghadapi ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pasokan dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

Mengutip Sindonews, Rabu (29/4/2026), Bahlil menyampaikan bahwa kualitas BBM, baik solar maupun bensin, saat ini berada di atas standar minimum nasional. Pemerintah juga terus memantau distribusi energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan rantai pasok global.

“BBM produk baik solar maupun bensin dari semua spek Alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil.

Pasokan Energi Nasional Masih Aman

Menurut Bahlil Lahadalia, stabilitas energi nasional tetap terjaga meski konflik geopolitik di Timur Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap distribusi energi dunia.

Ia mengatakan Indonesia masih mampu menjaga stok energi dan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan pengembangan kilang nasional. Bahkan, stok yang tersedia saat ini disebut masih berada di atas batas minimum nasional.

“Alhamdulillah sudah hampir dua bulan ketika kejadian geopolitik di Timur Tengah dan Selat Hormuz, kita masih stabil,” katanya.

Kondisi ini dinilai penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia yang sangat berpengaruh terhadap rantai pasok energi global.

Ketergantungan LPG Impor Masih Tinggi

Di sisi lain, pemerintah mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait ketergantungan impor LPG. Saat ini konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton.

Artinya, sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor. Situasi ini membuat pemerintah terus mencari solusi alternatif guna memperkuat kemandirian energi nasional.

Pemerintah Kaji Pengembangan CNG

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah kini tengah membahas pengembangan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif pengganti LPG.

Menurut Bahlil, penggunaan CNG dapat menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Sekarang lagi masih dalam pembahasan yang tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG. Ini salah satu alternatif terbaik untuk mendorong agar kemandirian energi sektor LPG bisa kita lakukan,” jelasnya.

Pengembangan energi alternatif dinilai menjadi langkah strategis di tengah ketidakpastian kondisi global dan fluktuasi harga energi dunia.

Pemerintah Fokus pada Ketahanan Energi Nasional

Upaya menjaga energi nasional tetap stabil menjadi prioritas pemerintah demi memastikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Selain menjaga stok BBM dan minyak mentah, pemerintah juga mulai menyiapkan diversifikasi energi untuk jangka panjang.

Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tekanan geopolitik global sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional di masa mendatang.

Berita Terbaru

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle6 jam lalu
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle7 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline7 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat11 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga14 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional14 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional14 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat15 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline15 jam lalu