Film Pesta Babi Tentang Apa? Ini Isi dan Fakta yang Dibahas

PASUNDANEKSPRES.ID - Film Pesta Babi sedang ramai dibicarakan di media sosial. Dokumenter karya Cypri Paju Dale yang bekerja sama dengan Dandhy Laksono itu banyak dibahas terutama pada platform X dan TikTok karena mengangkat cerita tentang konflik tanah adat dan kehidupan masyarakat di Papua.
Nama Dandy Laksono sendiri sudah lama dikenal lewat film-film dokumenter yang kerap viral dan memicu perbincangan luas.
Beberapa karya yang sebelumnya ramai dibahas di berbagai media sosial yakni "Sexy Killers" pada 2019 yang mengangkat isu tambang batu bara dan lingkungan, lalu "Dirty Vote" pada 2024 yang membahas situasi politik Indonesia menjelang pemilu.
Setelah itu muncul pula "Dirty Vote II O3" pada 2025 yang kembali ramai diperbincangkan karena isi dokumenternya tersebar luas di berbagai platform.
Lalu, Dandhy bekerja sama dengan Cypri Paju Dale membuat film Pesta Babi dinilai berbeda dari kebanyakan film dokumenter nasional lainnya.
Cerita yang disajikan berfokus pada kondisi masyarakat adat di Papua selatan yang menghadapi perubahan besar akibat proyek pembangunan berskala luas.
Isu yang diangkat dalam film ini juga memunculkan beragam tanggapan karena menyentuh persoalan sosial, lingkungan, hingga konflik yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.
Film Pesta Babi dan Kisah Masyarakat Adat Papua
Film Pesta Babi disebut berbasis penelitian sejarah dan antropologi yang dipadukan investigasi jurnalistik serta analisis kebijakan.
Penjelasan itu disampaikan langsung oleh Cypri Paju Dale dalam video Ekspedisi Indonesia Baru.
Cerita dalam film Pesta Babi berawal dari kehidupan Yasinta Moiwend, perempuan dari suku Marind Anim di Merauke. Suatu pagi di bulan Mei, kampung tempat tinggalnya didatangi kapal besar yang membawa ratusan alat berat dan dikawal aparat militer.
Kedatangan rombongan tersebut menjadi bagian dari proyek strategis nasional yang berkaitan dengan produksi pangan dan energi.
Masyarakat setempat disebut tidak mengetahui bahwa wilayah mereka masuk dalam proyek konversi hutan berskala besar untuk perkebunan industri.
Luas lahan yang dibahas dalam film bahkan mencapai jutaan hektar dan disebut menjadi salah satu proyek terbesar di kawasan Papua.
Film Pesta Babi juga menampilkan cerita dari Vincen Kwipalo dari suku Yei yang mendapati tanah adat milik marganya telah dipatok.
Ada pula kisah masyarakat Awyu di Boven Digoel yang melakukan penolakan terhadap aktivitas perusahaan dan pembangunan di wilayah adat mereka.
Film Pesta Babi Ramai Dibahas di Media Sosial
Sejak cuplikan dan pembahasan film Pesta Babi mulai beredar, banyak warganet ikut memberikan tanggapan. Sebagian menilai film ini membuka sudut pandang baru mengenai kehidupan masyarakat adat Papua.
Tidak sedikit pula yang menyoroti keberanian film tersebut dalam mengangkat isu konflik tanah, lingkungan, hingga operasi militer di Papua.
Film Pesta Babi menggambarkan bagaimana masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu berusaha mempertahankan tanah serta hutan mereka dari proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu.
Konflik yang ditampilkan dalam dokumenter tersebut kemudian memicu diskusi panjang di media sosial karena dianggap menyentuh persoalan yang cukup sensitif.
Hingga kini, film Pesta Babi masih menjadi topik yang ramai dibahas.
Banyak yang penasaran dengan isi lengkap dokumenter tersebut karena dinilai menghadirkan cerita berbeda tentang kondisi masyarakat Papua dan konflik yang terjadi di wilayah adat mereka.
(pm)
