Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Film Pesta Babi Tentang Apa? Ini Isi dan Fakta yang Dibahas

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|13:10 WIB
Bagikan:
Film Pesta Babi Tentang Apa? Ini Isi dan Fakta yang Dibahas
Gambar: Thumnail dalam trailer film Pesta Babi (2026). (Sumber: YouTube Indonesia Baru)

PASUNDANEKSPRES.ID - Film Pesta Babi sedang ramai dibicarakan di media sosial. Dokumenter karya Cypri Paju Dale yang bekerja sama dengan Dandhy Laksono itu banyak dibahas terutama pada platform X dan TikTok karena mengangkat cerita tentang konflik tanah adat dan kehidupan masyarakat di Papua.

Nama Dandy Laksono sendiri sudah lama dikenal lewat film-film dokumenter yang kerap viral dan memicu perbincangan luas.

Beberapa karya yang sebelumnya ramai dibahas di berbagai media sosial yakni "Sexy Killers" pada 2019 yang mengangkat isu tambang batu bara dan lingkungan, lalu "Dirty Vote" pada 2024 yang membahas situasi politik Indonesia menjelang pemilu.

Setelah itu muncul pula "Dirty Vote II O3" pada 2025 yang kembali ramai diperbincangkan karena isi dokumenternya tersebar luas di berbagai platform.

Lalu, Dandhy bekerja sama dengan Cypri Paju Dale membuat film Pesta Babi dinilai berbeda dari kebanyakan film dokumenter nasional lainnya.

Cerita yang disajikan berfokus pada kondisi masyarakat adat di Papua selatan yang menghadapi perubahan besar akibat proyek pembangunan berskala luas.

Isu yang diangkat dalam film ini juga memunculkan beragam tanggapan karena menyentuh persoalan sosial, lingkungan, hingga konflik yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.

Film Pesta Babi dan Kisah Masyarakat Adat Papua

Film Pesta Babi disebut berbasis penelitian sejarah dan antropologi yang dipadukan investigasi jurnalistik serta analisis kebijakan.

Penjelasan itu disampaikan langsung oleh Cypri Paju Dale dalam video Ekspedisi Indonesia Baru.

Cerita dalam film Pesta Babi berawal dari kehidupan Yasinta Moiwend, perempuan dari suku Marind Anim di Merauke. Suatu pagi di bulan Mei, kampung tempat tinggalnya didatangi kapal besar yang membawa ratusan alat berat dan dikawal aparat militer.

Kedatangan rombongan tersebut menjadi bagian dari proyek strategis nasional yang berkaitan dengan produksi pangan dan energi.

Masyarakat setempat disebut tidak mengetahui bahwa wilayah mereka masuk dalam proyek konversi hutan berskala besar untuk perkebunan industri.

Luas lahan yang dibahas dalam film bahkan mencapai jutaan hektar dan disebut menjadi salah satu proyek terbesar di kawasan Papua.

Film Pesta Babi juga menampilkan cerita dari Vincen Kwipalo dari suku Yei yang mendapati tanah adat milik marganya telah dipatok.

Ada pula kisah masyarakat Awyu di Boven Digoel yang melakukan penolakan terhadap aktivitas perusahaan dan pembangunan di wilayah adat mereka.

Film Pesta Babi Ramai Dibahas di Media Sosial

Sejak cuplikan dan pembahasan film Pesta Babi mulai beredar, banyak warganet ikut memberikan tanggapan. Sebagian menilai film ini membuka sudut pandang baru mengenai kehidupan masyarakat adat Papua.

Tidak sedikit pula yang menyoroti keberanian film tersebut dalam mengangkat isu konflik tanah, lingkungan, hingga operasi militer di Papua.

Film Pesta Babi menggambarkan bagaimana masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu berusaha mempertahankan tanah serta hutan mereka dari proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu.

Konflik yang ditampilkan dalam dokumenter tersebut kemudian memicu diskusi panjang di media sosial karena dianggap menyentuh persoalan yang cukup sensitif.

Hingga kini, film Pesta Babi masih menjadi topik yang ramai dibahas.

Banyak yang penasaran dengan isi lengkap dokumenter tersebut karena dinilai menghadirkan cerita berbeda tentang kondisi masyarakat Papua dan konflik yang terjadi di wilayah adat mereka.

(pm)

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle27 menit lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline11 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle12 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional14 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional15 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional17 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline17 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline19 jam lalu