Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gempa Bumi Guncang Jawa Barat, Warga Waspada Sesar Aktif

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:55 WIB
Bagikan:
Gempa Bumi Guncang Jawa Barat, Warga Waspada Sesar Aktif
Gempa Bumi Guncang Jawa Barat, Warga Waspada Sesar Aktif (Image From: Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Aktivitas kegempaan yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Selain memahami informasi gempa dari sumber resmi, warga perlu memastikan kondisi bangunan, mengenali tempat berlindung, dan mengetahui langkah penyelamatan ketika guncangan terjadi.

Gempa Bumi Guncang Jawa Barat, Warga Waspada Banyaknya Sesar Aktif

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 mengguncang wilayah laut selatan Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (11/10/2026) pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,87 derajat Lintang Selatan dan 106,41 derajat Bujur Timur, sekitar 209 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan dilaporkan dirasakan dengan intensitas III MMI di wilayah Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika kendaraan berat melintas.

Ratusan Aktivitas Gempa Tercatat di Kabupaten Bandung

Selain gempa di selatan Sukabumi, data yang dicantumkan dalam bahan informasi BMKG juga menunjukkan aktivitas kegempaan di Kabupaten Bandung selama periode 11 Agustus hingga 21 September 2026.

Dalam periode tersebut, tercatat 146 kejadian gempa bumi dengan magnitudo berkisar M1,0 hingga M3,4. Sebanyak 14 kejadian di antaranya dilaporkan dirasakan masyarakat di wilayah Cisewu, Talegong, Pangalengan, dan sekitarnya.

Gempa-gempa tersebut menimbulkan guncangan dengan intensitas II–III MMI. Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat, benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang, dan sensasi guncangan menyerupai kendaraan yang melintas bisa terasa di dalam rumah.

Menurut keterangan BMKG yang dikutip dalam bahan informasi tersebut, aktivitas gempa di kawasan Bandung berkaitan dengan pergerakan patahan aktif pada sesar-sesar darat di Jawa Barat.

BMKG juga menjelaskan bahwa pusat gempa tidak selalu berada tepat di atas jalur sesar yang telah dipetakan. Karena itu, pemantauan aktivitas seismik diperlukan untuk membantu mengenali pola kegempaan dan mengkaji sumber gempa.

Mengenali Sesar Aktif dan Risiko di Lingkungan Sekitar

Jawa Barat memiliki sejumlah sesar aktif yang perlu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi bencana. Dalam informasi yang dikutip dari CNBC Indonesia, BMKG menyebut sejumlah struktur sesar, di antaranya Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Cileunyi-Tanjungsari, Sesar Cianjur, Sesar Garsela, serta sejumlah segmen Java Back-arc Thrust.

Keberadaan sesar aktif menjadi salah satu alasan masyarakat perlu meningkatkan pemahaman mengenai risiko gempa bumi. Namun, keberadaan sesar tidak berarti gempa besar akan segera terjadi. Waktu, lokasi, dan kekuatan gempa tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan daftar sesar aktif.

BMKG memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk merekam aktivitas kegempaan, termasuk gempa bermagnitudo kecil. Dalam informasi yang dikutip, sebanyak 35 sensor seismik disebut tersebar di wilayah Jawa Barat untuk mendukung pemantauan dan kajian aktivitas gempa.

Pemantauan tersebut membantu para ahli menganalisis karakteristik gempa dan mengidentifikasi pola aktivitas seismik. Informasi yang dihasilkan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi bahaya di wilayahnya.

Di sisi masyarakat, pemahaman mengenai kondisi lingkungan dan kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu berjalan beriringan dengan pemantauan yang dilakukan pemerintah.

Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risiko Cedera

Kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dapat dimulai dari rumah dan tempat kerja. Salah satu langkah penting adalah memastikan perabotan berat, seperti lemari dan rak, terpasang dengan kuat agar tidak mudah bergeser atau roboh ketika terjadi guncangan.

Benda berat sebaiknya ditempatkan di bagian bawah, sementara benda yang tergantung perlu diperiksa kestabilannya. Warga juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat berupa kotak pertolongan pertama, senter, radio, air minum, dan makanan yang dapat disimpan untuk kebutuhan darurat.

Selain itu, setiap anggota keluarga perlu mengetahui jalur evakuasi dan tempat aman untuk berlindung. Nomor telepon penting serta titik berkumpul keluarga juga sebaiknya disepakati sebelum keadaan darurat terjadi.

Ketika gempa berlangsung dan seseorang berada di dalam bangunan, langkah utama adalah melindungi kepala dan leher, berlindung di bawah meja yang kokoh jika tersedia, serta menjauhi kaca dan benda yang berpotensi jatuh. Jangan terburu-buru berlari keluar saat guncangan masih berlangsung.

Jika berada di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang listrik, pohon, dan benda lain yang berpotensi roboh. Pengendara kendaraan sebaiknya menepi di lokasi aman, berhenti, dan menghindari jembatan maupun bangunan yang berisiko.

Bagi masyarakat di wilayah pesisir, informasi resmi mengenai potensi tsunami perlu diperhatikan. Apabila terjadi gempa kuat atau berlangsung lama, segera menuju tempat yang lebih tinggi dan ikuti prosedur evakuasi setempat tanpa menunggu konfirmasi tambahan.

Meski gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap perlu memahami langkah keselamatan saat menghadapi gempa bumi, terutama karena setiap kejadian dapat memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda.

(ipa)

Berita Terbaru

Banjir Bandang Menerjang Padang, BPBD Catat 498 Jiwa Terdampak

Banjir Bandang Menerjang Padang, BPBD Catat 498 Jiwa Terdampak

Nasional15 menit lalu
Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan, BMKG Minta Waspada

Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan, BMKG Minta Waspada

Nasional24 menit lalu
GP Ansor Purwakarta Desak Penyelesaian Rumah Ibadah Lewat Mekanisme Hukum, Negara Tak Boleh Tunduk pada Tekanan

GP Ansor Purwakarta Desak Penyelesaian Rumah Ibadah Lewat Mekanisme Hukum, Negara Tak Boleh Tunduk pada Tekanan

Purwakarta35 menit lalu
Ratusan Nelayan Subang Tak Melaut, Solar Bersubsidi Sulit Didapat

Ratusan Nelayan Subang Tak Melaut, Solar Bersubsidi Sulit Didapat

Subang38 menit lalu
ADVERTISEMENT
Penertiban Anjal, Satpol PP Purwakarta Kedepankan Pendekatan Humanis

Penertiban Anjal, Satpol PP Purwakarta Kedepankan Pendekatan Humanis

Purwakarta41 menit lalu
Om Zein: Liga Desa Jadi Momen Kebangkitan Olahraga dan Kemandirian Desa

Om Zein: Liga Desa Jadi Momen Kebangkitan Olahraga dan Kemandirian Desa

Purwakarta42 menit lalu
Jadwal Timnas Futsal Indonesia di VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026

Jadwal Timnas Futsal Indonesia di VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026

Olahraga45 menit lalu
inDrive Edukasi Mahasiswa Purwakarta Keselamatan Berkendara, Pentingnya Patuhi Lalu Lintas

inDrive Edukasi Mahasiswa Purwakarta Keselamatan Berkendara, Pentingnya Patuhi Lalu Lintas

Purwakarta49 menit lalu
Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp863 Miliar, Ribuan Unit Tak Bisa Digunakan

Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp863 Miliar, Ribuan Unit Tak Bisa Digunakan

Nasional53 menit lalu
AGPAII Desak Sekolah Ramah Anak Masuk RUU Sisdiknas

AGPAII Desak Sekolah Ramah Anak Masuk RUU Sisdiknas

Headline57 menit lalu