Harga Sembako Bulan April 2026! Beras, Minyak Goreng, dan Cabai Berapa Harganya Sekarang?

PASUNDAN EKSPRES.ID – Memasuki bulan April 2026, harga sembako atau bahan pokok di pasaran Indonesia secara umum menunjukkan tren stabil setelah lonjakan jelang Ramadan dan Lebaran.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat bahwa pasokan bahan pokok sudah mulai normal kembali pasca-libur panjang Idul Fitri 1447 H.
Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam masih mengalami fluktuasi kecil di awal April.
Berdasarkan data terbaru per 1 April 2026 dari Panel Harga Bapanas, PIHPS Kementerian Perdagangan, dan pantauan pasar tradisional di berbagai daerah, harga sembako nasional relatif terkendali.
Pemerintah melalui operasi pasar dan distribusi cadangan beras pemerintah (CBP) berhasil menekan kenaikan harga beras dan minyak goreng.
Namun, harga cabai rawit masih tinggi di beberapa wilayah akibat faktor cuaca dan pasokan yang belum sepenuhnya pulih.
Daftar Harga Sembako di Bulan April 2026
Berikut adalah daftar harga sembako rata-rata nasional di bulan April 2026 (per 1 April 2026):
- Beras
- Beras premium: Rp 15.500 – Rp 17.000 per kg
- Beras medium: Rp 13.800 – Rp 15.500 per kg
- Beras SPHP (Subsidi): Rp 12.500 – Rp 13.500 per kg
- Gula Pasir
- Gula premium: Rp 19.500 – Rp 22.500 per kg
- Gula lokal/curah: Rp 18.000 – Rp 20.000 per kg
- Minyak Goreng
- Minyak goreng curah: Rp 19.000 – Rp 19.800 per liter
- Minyak goreng kemasan premium: Rp 23.000 – Rp 25.000 per liter
- Telur Ayam Ras: Rp 35.000 – Rp 38.000 per kg (masih di atas Harga Acuan Penjualan/HAP)
- Daging Ayam Ras: Rp 41.000 – Rp 43.500 per kg
- Daging Sapi (paha belakang): Rp 130.000 – Rp 145.000 per kg
- Cabai Merah Besar: Rp 45.000 – Rp 55.000 per kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 70.000 – Rp 115.000 per kg (masih tinggi di beberapa daerah)
- Bawang Merah: Rp 35.000 – Rp 45.000 per kg
- Bawang Putih: Rp 35.000 – Rp 40.000 per kg
Harga di atas merupakan rata-rata nasional dan dapat berbeda antar daerah.
Di wilayah Jawa, harga cenderung lebih stabil, sementara di Papua dan wilayah timur Indonesia harga beberapa komoditas masih lebih tinggi akibat biaya distribusi.
Pemerintah terus melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah untuk menekan harga.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pasca-Lebaran, inflasi pangan mulai melandai.
Komoditas yang sempat melonjak jelang Ramadan seperti telur ayam ras dan daging ayam kini mulai menunjukkan penurunan bertahap.
Namun, cabai rawit masih menjadi komoditas yang rawan naik karena faktor cuaca dan musim tanam.
Menteri Perdagangan menyatakan bahwa stok beras nasional aman dengan cadangan pemerintah mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
Operasi pasar beras SPHP terus digencarkan di pasar tradisional untuk menjaga stabilitas harga.
Untuk minyak goreng, pasokan dari produsen dalam negeri juga tercukupi sehingga harga curah tetap di bawah Rp 20.000 per liter di sebagian besar wilayah.
Bagi masyarakat, stabilitas harga sembako di awal April 2026 ini memberikan ruang bernapas setelah pengeluaran besar saat Lebaran.
Namun, pemerintah mengimbau agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak panic buying.
Disarankan juga membeli sesuai kebutuhan dan memanfaatkan aplikasi atau situs resmi Bapanas untuk memantau harga harian di daerah masing-masing.
Pemerintah juga terus mendorong produksi dalam negeri melalui program pertanian dan peternakan untuk mengurangi ketergantungan impor.
Di tahun 2026, target swasembada beberapa komoditas strategis seperti beras, jagung, dan kedelai terus dikejar.
