Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ibu Ini Bilang Pendidikan Tinggi Hanya untuk Kaum Elit?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|14:25 WIB
Bagikan:
Ibu Ini Bilang Pendidikan Tinggi Hanya untuk Kaum Elit?
Ibu Ini Bilang Pendidikan Tinggi Hanya untuk Kaum Elit?

PASUNDAN EKSPRES- Dalam sebuah forum resmi, Ibu Tjitji Sri Tjahjandarie, Sekretaris Dirjen Dikti di Kemendikbud Ristek, membuat pernyataan yang menuai kontroversi.

Menanggapi banyaknya keluhan mahasiswa terkait biaya kuliah yang mahal, beliau berkomentar bahwa kuliah merupakan pendidikan tersier, atau dengan kata lain, bukan kebutuhan primer atau sekunder.

Ibu Tjitji Sri menyiratkan bahwa biaya kuliah tidak seharusnya menjadi masalah besar karena pendidikan tinggi merupakan kebutuhan tersier yang hanya layak untuk kaum elit.

Pernyataan ini langsung mendapatkan reaksi beragam dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa dan masyarakat yang memperjuangkan akses pendidikan untuk semua orang, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Pernyataan Ibu Tjitji bahwa kuliah adalah kebutuhan tersier menimbulkan pertanyaan penting.

Apakah pendidikan tinggi hanya untuk mereka yang mampu secara finansial?

Di satu sisi, beliau mungkin ingin menekankan bahwa pendidikan dasar dan menengah adalah prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

Namun, di sisi lain, pernyataan ini bisa dianggap mengesampingkan pentingnya pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas sosial.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan, baik swasta maupun BUMN, mensyaratkan gelar S1 sebagai syarat minimal bagi calon karyawan.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi telah menjadi semacam "tiket" untuk memasuki dunia kerja yang lebih baik dan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

Dengan demikian, pernyataan bahwa kuliah adalah kebutuhan tersier bisa dianggap tidak sesuai dengan realitas dunia kerja saat ini.

Pernyataan Ibu Tjitji seolah memperjelas kesenjangan ekonomi dalam akses pendidikan.

Jika kuliah hanya dianggap sebagai kebutuhan tersier yang mahal, maka hanya orang-orang dari kalangan atas yang dapat menikmatinya.

Ini bisa memperburuk ketimpangan sosial dan ekonomi, karena mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu akan semakin sulit untuk memperbaiki nasib melalui pendidikan.

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle54 menit lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline11 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle12 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional14 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional15 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional17 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline18 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline19 jam lalu