Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

JK Ingatkan Bom Waktu Fiskal: Subsidi BBM Harus Dikurangi demi Selamatkan APBN

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|10:06 WIB
Bagikan:
JK Ingatkan Bom Waktu Fiskal: Subsidi BBM Harus Dikurangi demi Selamatkan APBN
JK Ingatkan Bom Waktu Fiskal: Subsidi BBM Harus Dikurangi demi Selamatkan APBN

PASUNDANEKSPRES.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi keuangan negara di tengah memanasnya geopolitik global. JK menilai mempertahankan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) saat harga minyak dunia melambung akibat konflik Iran-AS-Israel adalah kebijakan yang sangat berisiko bagi kesehatan APBN.

Menurut JK, penyesuaian harga BBM bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan keharusan untuk mencegah "bom waktu" fiskal berupa defisit yang membengkak dan tumpukan utang.

 

Kurangi Subsidi untuk Tekan Utang

Dalam wawancara di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026), JK menegaskan bahwa pemerintah harus berani mengambil langkah nyata untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

"Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga," ujar JK.

Ia menyoroti bahwa lonjakan harga minyak mentah saat ini merupakan faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah. Jika harga di pasar internasional melangit namun harga domestik tetap dipaksakan rendah melalui subsidi, risikonya adalah lonjakan utang pemerintah yang akan membebani generasi mendatang.

 

Belajar dari Pengalaman: Komunikasi adalah Kunci

JK menyadari bahwa menaikkan harga BBM bukanlah langkah populer. Namun, berdasarkan pengalamannya selama dua periode di pemerintahan, kebijakan pahit ini tetap bisa diterima masyarakat asalkan dibarengi dengan transparansi.

  • Pentingnya Transparansi: Rakyat perlu diberi tahu bahwa kenaikan ini dipicu faktor global, bukan kegagalan domestik.

  • Rekam Jejak: JK mencontohkan penyesuaian harga pada tahun 2005 dan 2014 yang relatif stabil tanpa gejolak besar karena komunikasi publik yang efektif.

  • Faktor Eksternal: Krisis saat ini bersifat "terpaksa" karena tekanan dari luar negeri, sehingga rasionalitas masyarakat cenderung lebih tinggi.

 

Kritik Kebijakan WFH: "Harga Lebih Efektif Ubah Perilaku"

Terkait kebijakan Work From Home (WFH) yang digulirkan sebagai solusi penghematan energi, JK justru meragukan efektivitasnya. Ia menilai WFH tidak akan seampuh instrumen harga dalam mengubah pola konsumsi energi masyarakat.

Perbandingan Kebijakan Dampak Menurut JK
Kebijakan WFH Berisiko tidak efektif karena masyarakat yang jenuh di rumah tetap akan bepergian (terutama saat long weekend).
Kenaikan Harga BBM Secara natural memaksa masyarakat beralih ke transportasi umum atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

"Kalau (harga) naik, itu yang motor pasti kurang, pasti tinggal di rumah, pasti mungkin naik kendaraan umum macam-macam. Itu lebih efektif dibanding harus semua tinggal di rumah, tapi dia keluar juga karena bosan," pungkasnya.

JK berharap pemerintah lebih berani mengambil keputusan sulit demi stabilitas ekonomi jangka panjang, daripada terjebak dalam solusi sementara yang justru memperbesar beban utang negara di masa depan.

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle11 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle59 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu