Kapan Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026? Berikut Jadwalnya

PASUNDANEKSPRES.ID - Siap-siap! Langit Indonesia akan menampilkan pemandangan alam yang berbeda pada 3 Maret 2026 saat puncak gerhana bulan total terjadi. Bulan akan berubah warna menjadi merah tembaga seiring bayangan bumi menutupi permukaannya.
Fenomena ini merupakan salah satu dari empat gerhana yang terjadi di tahun 2026.
Ada pun fenomena gerhana di tahun 2026 sebagai berikut:
- Gerhana Matahari Cincin: 17 Februari 2026
- Gerhana Bulan Total: 3 Maret 2026
- Gerhana Matahari Total: 12 Agustus 2026
- Gerhana Bulan Sebagian: 28 Agustus 2026
Berdasarkan Almanak 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak gerhana akan berlangsung pukul 18.34.52 WIB.
Perubahan cahaya Bulan dapat diamati dari awal hingga akhir gerhana, sehingga pengamatan bisa menjadi pengalaman yang bertahap dan menarik.
Fase-Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Gerhana bulan total terjadi melalui beberapa fase, masing-masing memberikan perspektif yang berbeda:
- Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44.22 WIB – Bulan mulai memasuki bayangan bumi, cahaya Bulan sedikit memudar.
- Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50.00 WIB – Bagian Bulan mulai tertutup bayangan bumi, memberikan gradasi cahaya yang terlihat perlahan.
- Gerhana Total mulai (U2): 18.04.26 WIB – Seluruh Bulan tertutup bayangan bumi, menampilkan warna merah tembaga.
- Puncak Gerhana (MID): 18.34.52 WIB – Intensitas warna Bulan mencapai puncaknya, momen utama pengamatan.
- Gerhana Total berakhir (U3): 19.02.45 WIB – Bulan mulai kembali terang perlahan.
- Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17.10 WIB – Bayangan bumi menutup sebagian Bulan.
- Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22.59 WIB – Bulan kembali sepenuhnya terang, menutup pertunjukan.
Tips Menikmati Puncak Gerhana Bulan Total 2026
Fenomena puncak gerhana bulan total 2026 aman diamati langsung, berbeda dengan gerhana matahari.
Untuk pengalaman terbaik, pilih lokasi terbuka yang gelap, jauh dari lampu kota, sehingga perubahan warna Bulan dapat terlihat jelas.
Teman-teman bisa menggunakan teropong atau teleskop akan membantu melihat detail permukaan Bulan, termasuk kawah dan bayangan bumi.
Fenomena ini juga cocok dijadikan kesempatan fotografi malam, menangkap Bulan merah yang unik.
Bagi yang tidak bisa mengamati langsung, puncak gerhana bulan total dapat disaksikan melalui live streaming BMKG di https://gerhana.bmkg.go.id/, memastikan momen ini tetap dapat dinikmati oleh siapa saja.
(pm)
