Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kecelakaan Sering Terjadi di Tol Cipali, KNKT Buka Penyebabnya

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|12:02 WIB
Bagikan:
Kecelakaan Sering Terjadi di Tol Cipali, KNKT Buka Penyebabnya
Baru-baru ini, bus PO Handoyo mengalami kecelakaaan fatal di Tol Cipali, Jum'at (15/12), kendaraan tersebut terguling saat ditikungan di KM 72 hingga merenggut 12 nyawa penumpang. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Baru-baru ini, bus PO Handoyo mengalami kecelakaaan fatal di Tol Cipali, Jum'at (15/12), kendaraan tersebut terguling saat ditikungan di KM 72 hingga merenggut 12 nyawa penumpang. 

Bahkan sebelum PO Handoyo, Tol Cipali telah menelan banyak korban sebelumnya. Ada 36 kasus kecelakaaan setiap bulan dengan nilai fatalitas mencapai 97%. 

Ahmad Wildan selaku investigator KNKT mengatakan, Tol Cipali mempunyai geometri jalan yang sangat ideal, Selain itu, roughness maupun skid, permukaannya sangat baik.

"Dan karena sangat ideal, maka jalan tol Cipali aman dilalui kendaraan dengan kecepatan hingga 150 km/jam. Kemudian tingkat pelayanan jalan di Tol Cipali itu A dengan performansi terbaik," ujar Wildan

"Nah, karena serba terbaik itu, justru membuat pengemudi yg melaluinya banyak yg lengah dan terlena. Kendaraan pribadi bisa berlari hingga 150 km/jam, sementara truk ODOL hanya bisa berlari 40 km/jam," tambahnya.

Melihat hasil dari penelitian KNKT dan Badang Litbang kemenhub, kecepatan kendaraan Tol Cipali umumnya lebih dari 100 km/jam. 

Hal tersebut sangat berbahaya, International Road Assessment Program (IRAP) merekomendasikan kecepatan 30 km/jam. 

"Konsekuensi atas tingginya gap kecepatan ini adalah menurunnya waktu reaksi manusia, di mana pada perancangan jalan nasional dan internasional berasumsi pada waktu reaksi manusia normal 2,5 detik. Namun dengan tingginya gap ini, waktu reaksi manusia merosot hingga di bawah 1 detik sehingga risiko tabrak depan belakang meningkat," terangnya.

"Jadi, sekali lagi masalah di Tol Cipali bukan pada jalan tolnya, melainkan penggunanya," kata dia.

Kedepannya wildan berharap, Kemenhub bisa mendorong pemasangan bumper belakang atau perisai kolong belakang pada kendaraan besar seperti truk untuk menurunkan fasilitas kecelakaan. 

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle6 menit lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline11 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle12 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional14 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional15 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional17 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline17 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline19 jam lalu