Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kekayaan Dirjen Bea Cukai Jadi Sorotan Nitizen, KPK di Desak Periksa Bea Cukai

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|17:25 WIB
Bagikan:
Kekayaan Dirjen Bea Cukai Jadi Sorotan Nitizen, KPK di Desak Periksa Bea Cukai
Kekayaan Dirjen Bea Cukai Jadi Sorotan Nitizen, KPK di Desak Periksa Bea Cukai

PASUNDAN EKSPRES- Kasus terungkapnya harta kekayaan Dirjen Bea Cukai, Askolani, senilai Rp51,8 miliar telah menjadi sorotan hangat dalam ruang publik.

Laporan harta kekayaan yang disampaikan pada bulan Desember 2022 menggugah perhatian netizen dan masyarakat luas, menimbulkan harapan untuk keterbukaan dan transparansi yang lebih besar.

Serta menimbulkan tuntutan bagi lembaga antikorupsi untuk mengawasi dengan cermat harta kekayaan para pemimpin di Bea Cukai.

Di tengah kritik yang kerap menghampiri kinerja Bea Cukai, terutama terkait dengan kebijakan denda pajak yang dianggap memberatkan, ditemukanlah fakta mengejutkan mengenai harta kekayaan Askolani.

Harta tersebut berasal dari beragam sumber, mencakup tanah dan bangunan di Bogor dan Jakarta, transportasi, mesin, surat berharga, serta harta bergerak lainnya.

Namun, sorotan terbesar jatuh pada kepemilikan tanah dan bangunan, dengan nilai terbesar yang berlokasi di Jakarta dan Bogor.

Penting untuk mencatat bahwa selain kekayaan yang terungkap, juga disebutkan bahwa Askolani memiliki hutang senilai Rp390.900.300.

Ini menunjukkan bahwa evaluasi terhadap harta kekayaan tidak hanya tentang nilai nominalnya, tetapi juga memperhatikan kewajiban finansial yang dimiliki oleh pemegang kekayaan.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara. Masyarakat berhak mengetahui dan memahami asal-usul serta jumlah kekayaan yang dimiliki oleh para pemimpin institusi publik, seperti Bea Cukai.

Ini adalah langkah krusial dalam membangun kepercayaan dan menjaga integritas dalam pelayanan publik.

Namun, tantangan transparansi bukanlah hal yang mudah. Dalam menjaga keterbukaan harta kekayaan para pemimpin, diperlukan upaya konkret, termasuk penguatan regulasi, pengawasan yang ketat, dan budaya akuntabilitas yang kuat.

Lembaga antikorupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa kekayaan para pejabat negara diperoleh secara sah dan transparan.

Kita perlu memperhatikan bahwa dalam proses mencapai transparansi yang lebih baik, juga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan media massa.

Kolaborasi lintas sektor ini akan memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan akuntabilitas institusi publik.

Dalam menghadapi kompleksitas masalah ini, langkah-langkah konkret dan komitmen yang kuat diperlukan.

Hanya dengan demikian kita dapat memastikan bahwa harta kekayaan publik benar-benar menjadi aset yang dikelola secara transparan dan bertanggung jawab, menghindari penyalahgunaan kekuasaan dan memperkuat integritas institusi negara.

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga13 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline32 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline52 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle55 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu