Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kesaksian WNI Global Sumud Flotilla Ungkap Dugaan Penyiksaan Brutal oleh Militer Israel

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|16:15 WIB
Bagikan:
Kesaksian WNI Global Sumud Flotilla Ungkap Dugaan Penyiksaan Brutal oleh Militer Israel
Kesaksian WNI Global Sumud Flotilla Ungkap Dugaan Penyiksaan Brutal oleh Militer Israel (foto para WNI Global Sumud Flotilla serta Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026)

PASUNDAN EKSPRES.ID - Kepulangan sembilan WNI Global Sumud Flotilla ke Indonesia pada Minggu (24/5/2026) disambut haru oleh keluarga dan sejumlah relawan kemanusiaan di Bandara Soekarno-Hatta. Namun di balik kepulangan tersebut, para aktivis membawa cerita memilukan mengenai perlakuan yang mereka alami selama ditahan militer Israel atau Israel Occupation Forces (IOF).

Kasus WNI Global Sumud Flotilla ini menjadi sorotan publik internasional setelah para relawan mengungkap adanya dugaan penyiksaan, kekerasan fisik, hingga perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam penahanan.

Pengalaman WNI Global Sumud Flotilla

Salah satu aktivis WNI Global Sumud Flotilla, Herman Budianto Sudarsono, secara terbuka menceritakan pengalaman yang menurutnya sangat berat selama proses penahanan berlangsung. Herman menyebut kekerasan yang dilakukan IOF benar-benar terjadi dan dialami banyak relawan dari berbagai negara.

"Kami menyampaikan bahwa memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IOF itu nyata, sangat keji, sangat brutal," ungkap Herman di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Menurut Herman, banyak peserta Global Sumud Flotilla mengalami luka serius akibat tindakan aparat Israel. Ia menyebut beberapa relawan mengalami patah tulang hingga luka akibat tembakan.

"Banyak sekali yang mengalami cedera-cedera berat. Rusuk patah, ada sekitar 40 orang patah tangan, patah kaki, ada yang ditembak dan seterusnya," bebernya pada Minggu (24/5/2026).

Cerita mengenai kondisi WNI Global Sumud Flotilla selama ditahan membuat suasana penyambutan di bandara dipenuhi emosi. Sejumlah keluarga terlihat menangis saat mendengar langsung kesaksian para relawan.

Selain kekerasan fisik, Herman juga menyinggung adanya dugaan pelecehan seksual terhadap sebagian relawan selama proses penahanan berlangsung. Hal itu disebut menambah trauma mendalam bagi para aktivis kemanusiaan yang sebelumnya hanya berniat mengirim bantuan untuk warga Gaza.

Tidak hanya itu, Herman menggambarkan kondisi penjara yang menurutnya sangat tidak manusiawi. Para relawan disebut diperlakukan layaknya tahanan perang meski mereka datang dalam misi kemanusiaan internasional.

"Terkait dengan kondisi ketika kita ada di penjara dan seterusnya, diperlakukan seperti hewan ya. Kami harus berjalan dengan merangkak dengan lutut kami, kami harus berjalan dengan selalu menunduk tidak boleh menatap mereka."

"Kami pun tidur di lantai yang tidak ada selimut, dalam kondisi basah dan baju basah," urainya pada Minggu (24/5/2026).

Kasus WNI Global Sumud Flotilla ini sendiri bermula ketika armada bantuan kemanusiaan dicegat Israel di perairan internasional saat hendak menuju Gaza. Para relawan dari puluhan negara kemudian ditahan dan diperiksa oleh aparat Israel.

Kesaksian para aktivis Global Sumud Flotilla kini memicu perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Banyak pihak mendesak adanya investigasi internasional terkait dugaan kekerasan terhadap relawan sipil.

Meski mengalami perlakuan berat, Herman menegaskan dirinya dan para relawan lain tidak merasa menjadi pihak paling menderita dibanding warga Palestina yang hidup di tengah konflik berkepanjangan.

"Semuanya ini insyaallah tidak menjadikan kami menjadi orang yang merasa paling berjasa. Hanya yang sangat kecil sekali yang kami lakukan untuk Palestina."

"Karena saudara kita yang di Palestina jauh lebih menderita dibandingkan dengan kami," ungkap Herman sembari terisak pada Minggu (24/5/2026).

Kisah WNI Global Sumud Flotilla tersebut kini terus menjadi perhatian publik di Indonesia maupun dunia internasional setelah berbagai kesaksian para relawan mulai bermunculan ke publik.

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat7 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang7 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang8 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang8 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang8 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang8 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang8 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang8 jam lalu