Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

KPK Tahan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji 2023-2024

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|11:30 WIB
Bagikan:
KPK Tahan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji 2023-2024
KPK Tahan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji 2023-2024

PASUNDAN EKSPRES.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengelolaan kuota haji periode 2023-2024.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Yaqut diduga memberikan perintah kepada anak buahnya untuk membagi 20 ribu kuota haji tambahan secara sama rata (50:50) antara kuota haji reguler dan haji khusus.

Perintah tersebut disampaikan Yaqut kepada mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Gus Alex kemudian memberikan arahan teknis terkait skema pembagian kuota tambahan kepada pihak Arab Saudi agar keputusan 50:50 tersebut dapat diimplementasikan secara administratif.

"Inisiasi pembagian kuota tambahan secara sama rata juga disampaikan Yaqut kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief," ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Yaqut juga meminta Hilman Latief menyusun draf Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kerajaan Arab Saudi terkait skema pembagian kuota tersebut.

Selanjutnya, dilakukan simulasi untuk menjadi justifikasi atau dasar perubahan komposisi kuota tambahan menjadi 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus.

MoU ini menjadi landasan bagi pihak Arab Saudi memasukkan tambahan 20 ribu kuota ke dalam aplikasi e-Hajj, sehingga total kuota haji Indonesia pada 2024 meningkat menjadi 241 ribu dari sebelumnya 221 ribu.

Menurut KPK, Gus Alex menganggap pembagian 50:50 tersebut tidak melanggar Pasal 64 ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang menetapkan kuota haji khusus sebesar 8 persen dari total kuota haji Indonesia.

Penahanan Yaqut ini menjadi kelanjutan pengembangan kasus korupsi kuota haji yang tengah ditangani KPK. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap potensi kerugian negara dan keterlibatan pihak lain. 

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle41 menit lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle1 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional4 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang5 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle5 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle5 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional6 jam lalu