Ngajar Ngaji Gratis hingga 85 Santri, Ustaz Ciparay Klarifikasi Isu Tak Digaji Orang Tua Murid

PASUNDANEKSPRES.ID - Ustaz asal Ciparay, Kota Bandung, yang sempat viral karena mengaku tidak makan seharian, memberikan klarifikasi terkait anggapan bahwa orang tua santri tidak peduli terhadapnya. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam dialog bersama Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi.
Ustaz tersebut menjelaskan bahwa sejak awal ia mengajar mengaji tanpa menetapkan biaya. “Ngajinya gratis. Lillahi taala,” ucapnya. Awalnya jumlah santri hanya satu orang, kemudian terus bertambah hingga mencapai sekitar 85 anak.
Seiring bertambahnya murid, muncul inisiatif infak dari orang tua santri. “Pernah disepakati infak Rp30 ribu per bulan. Tapi lama-lama yang bayar tinggal sedikit,” katanya. Dari 85 santri, jumlah pemberi infak berkurang hingga tersisa sekitar 10 orang.
Ia menegaskan bahwa orang tua santri tidak sepenuhnya abai. “Ada infak. Bukan enggak ada sama sekali,” ujarnya, menepis anggapan yang berkembang di media sosial.
Dedi Mulyadi dalam perbincangan tersebut menilai narasi yang berkembang telah menyudutkan banyak pihak. “Seolah-olah orang tua santri dan tetangga tidak peduli. Padahal faktanya tidak begitu,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal YouTube-nya.
Menurut Dedi, persoalan utama terletak pada komunikasi. Sang ustaz tidak pernah menyampaikan kondisinya secara terbuka, bahkan kepada keluarga dekat. “Kalau beliau ngomong, saya yakin dibantu,” kata Dedi.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa viralnya sebuah potongan cerita bisa memunculkan persepsi keliru jika tidak disertai penjelasan utuh.
