Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemprov Jabar dan Nelayan Indramayu Tebar 1 Juta Benih Rajungan

H
HubaEditor: Huba
|13:40 WIB
Bagikan:
Pemprov Jabar dan Nelayan Indramayu Tebar 1 Juta Benih Rajungan

Kolaborasi Nyata Lindungi Laut Jawa

INDRAMAYU - Dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan memastikan masa depan komoditas rajungan di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama Perhimpunan Kelompok Nelayan Rajungan (PKNR) Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan restocking (penebaran) 1 juta benih juvenil rajungan ke perairan Baro, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Rabu (14/05/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi Rencana Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan di Pantai Utara Jawa Barat Tahun 2022–2027, yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 33 Tahun 2022, serta dikoordinasikan oleh Tim Pengelola PerikananRajungan Berkelanjutan (TPPRB) Jawa Barat.

Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, H. Sumasna,S.T.,M.U.M, yang hadir secara langsung dalam kegiatan ini menegaskan, kegiatan restocking bukan hanya simbolis, melainkan aksi nyata dalam pengelolaan berbasis ekologi dan komunitas.

“Hari ini kita menanam harapan. Laut bukan warisan nenek moyang, melainkan pinjamandari anak cucu. Kita harus jaga, kita rawat. Rajungan adalah komoditas strategis, tapi bilatidak kita kelola dengan bijak, yang tersisa nanti hanya cerita,” tegas Sumasna dalam sambutannya. 

Rajungan di Indramayu
Rajungan di Indramayu

Rajungan sebagai Komoditas Ekspor Strategis, Sumber Ekonomi Pesisir

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, pada tahun 2018, nilai ekspor rajungan nasional mencapai USD 340 juta, menjadikannya komoditas ekspor perikanan terbesar ketiga setelah udang dan tuna. Sekitar 80% ekspor rajungan ditujukanke pasar Amerika Serikat, sebagian besar dalam bentuk pasteurized crab meat, dan mayoritas berasal dari hasil tangkapan nelayan kecil di perairan Laut Jawa, termasuk dariKabupaten Indramayu. 

Rajungan tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga melibatkan ribuan nelayan, pekerjapengolah (banyak di antaranya perempuan), serta pelaku industri dari hulu hingga hilir. Karena itu, keberlanjutan sumber daya ini menjadi prioritas bersama.

Kontribusi Luar Biasa dari Nelayan dan Dunia Usaha

Pada kegiatan ini, 1 juta benih juvenil rajungan disediakan oleh Perhimpunan Kelompok Nelayan Rajungan (PKNR) Kabupaten Indramayu, sebagai bentuk kontribusi masyarakat pesisir dalam pemulihan stok rajungan. 

“Kami sangat mengapresiasi PKNR Indramayu yang telah menunjukkan kepemimpinan komunitas. Mereka tidak hanya menangkap, tetapi juga menjaga. Inilah semangat kelautan berkelanjutan,” ujar Plt. Kepala DKP Jawa Barat, Irfan Hadisiswanto, S.Pi., MM.

Tidak hanya masyarakat, dunia usaha pun turut berpartisipasi aktif. Sebanyak 19 Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala menengah dan besar berperan melalui dukungan dana dan logistik dalam skema Corporate Social Responsibility (CSR). Mereka adalah:

1. PT. Andira Internusa Gemilang

2. PT. Agro Boga Utama

3. PT. Brata Adi Laksana

4. PT. Andalan Samudra Jaya

5. PT. Perdana Investama Mina

6. PT. Pan Putra Samudra

7. PT. Anugerah Berkat Mandiri Bersama

8. PT. Sumber Inti Pangan

9. PT. Berkah Bahari Mina Makmur

10. CV. Mitra Ratu Mandiri

11. CV. Duta Ratu Pertiwi Lancar

12. PT. CJ Food Lestari

13. PT. Karya Persada Khatulistiwa

14. PT. Kencana Bintang Terang

15. PT. Pahala Bahari Nusantara

16. PT. Bumi Menara Internusa

17. PT. Unimitra Andalan Sejati

18. PT. Fresh On Time Seafood

19. Starling Resources (sebagai mitra pendamping teknis dan konservasi)

Partisipasi ini menunjukkan bahwa, pelaku usaha tidak hanya memikirkan pasokan bahan baku, tetapi juga berkomitmen pada keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan nelayan.

Rajungan di Indramayu
Rajungan di Indramayu

Kolaborasi Multipihak dan Strategi Keberlanjutan

Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja kolaboratif antara TPPRB Jawa Barat, PKNR Provinsi Jawa Barat, serta PKNR dari Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon. Seluruh pihak terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring kegiatan.

Dalam sambutannya, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan juga menyampaikan beberapa arahan strategis keberlanjutan:

• Penguatan pendataan dan sistem pelaporan usaha pengolahan rajungan secaradigital,

• Pembatasan penangkapan rajungan bertelur dan berukuran kecil,

• Penerapan alat tangkap ramah lingkungan,

• Pengembangan budidaya rajungan berbasis komunitas, dan

• Keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam pengelolaan sumber daya pesisir.

Menjadi Model Nasional

Kegiatan restocking rajungan ini dirancang untuk menjadi model pengelolaan berbasiskonservasi, partisipatif, dan berorientasi dampak yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

“Kita buktikan, bahwa Jawa Barat tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga bisa memelihara. Ini bukan akhir, tapi awal dari proses panjang menuju kelautan yang berdaulat, berkelanjutan, dan mensejahterakan,” tutup Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan. 

Restocking berikutnya akan dilaksanakan pada Juli 2025 di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, sebagai kelanjutan dari program TPPRB dan DKP Jawa Barat dalam memperluas dampak konservasi dan pemberdayaan ekonomi pesisir di seluruh kawasan utara Jawa Barat.(*)

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline10 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle11 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang12 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional14 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle15 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional16 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline16 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline18 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle19 jam lalu