Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pernyataan Netanyahu Terkait Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera: Masih Terlalu Dini

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|14:00 WIB
Bagikan:
Pernyataan Netanyahu Terkait Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera: Masih Terlalu Dini
Pernyataan Netanyahu Terkait Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera: Masih Terlalu Dini (Image From: NDTV)

PASUNDAN EKSPRES - Pernyataan Netanyahu terkait gencatan senjata dan pembebasan sandera tengah menjadi buah bibir yang dipertanyakan. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa "masih terlalu dini" untuk menentukan apakah Israel akan menyetujui gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas yang bertujuan untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung.

Pernyataan Netanyahu Terkait Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera 

Netanyahu mengatakan bahwa mereka sedang melakukan upaya besar untuk mencapai kesepakatan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pemerintahnya tidak akan menuruti tuntutan-tuntutan Hamas.

"Kami bertekad untuk membawa kembali semua sandera dengan atau tanpa kesepakatan, kami akan bertempur hingga mencapai kemenangan penuh," tambahnya, dikutip VOA Indonesia, Jumat (1/3/2024). 

BACA JUGA:Lebih dari 100 Orang Tewas saat Mencari Bantuan di Gaza, Diduga Pasukan Israel Melakukan Serangan

BACA JUGA:Seperti Apa Piramida Ziggurat yang Bisa Tampung 1 Juta Manusia itu?

Para negosiator dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar telah berusaha mencapai kesepakatan kerangka kerja di mana Hamas akan melepaskan sebagian dari puluhan sandera yang mereka tahan, sebagai imbalan untuk pembebasan tahanan Palestina dan penghentian pertempuran selama enam minggu.

Selama jeda tersebut, negosiasi akan terus berlanjut untuk memperjuangkan pembebasan sandera yang masih tertahan.

Menurut otoritas Israel, dalam serangan pada tanggal 7 Oktober yang memicu perang, Hamas melakukan penculikan terhadap sekitar 250 orang.

Sebanyak 100 orang berhasil dibebaskan dalam gencatan senjata yang terjadi pada bulan November tahun lalu. Namun, sekitar 130 sandera masih tertahan oleh Hamas. Israel mengklaim bahwa seperempat dari jumlah sandera yang tersisa telah tewas.

Kementerian Kesehatan di wilayah Gaza yang dikelola oleh Hamas melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 30.035 orang. Selain itu, sebanyak 70.457 orang lainnya mengalami luka-luka.

(ipa)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle8 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat10 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang10 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang10 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang11 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang11 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang11 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang11 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang11 jam lalu