Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pro Kontra Kebijakan Wajib BBM Campur Etanol 10 Persen

H
Hadi MartadinataEditor: Indrawan Setiadi
|14:49 WIB
Bagikan:
Pro Kontra Kebijakan Wajib BBM Campur Etanol 10 Persen
Pemerintah menyiapkan kebijakan wajib BBM campur etanol 10% (E10) untuk kurangi emisi karbon. (foto: tangkapan layar cna.id)

PASUNDANEKSPRES.ID - BBM campur etanol yang tengah disiapkan sebagai kebijakan oleh pemerintah menuai pro dan kontra.

Penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebanyak 10 persen atau dikenal dengan istilah E10.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, peta jalan (roadmap) penerapan E10 saat ini sedang disusun dan telah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kita baru rapat terbatas (ratas). Setelah itu, baru kita buat peta jalannya. Peta jalannya sedang disusun,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rabu (8/10/2025).

Tujuan Penerapan BBM Campur Etanol (E10)

Pemerintah memiliki sejumlah tujuan dalam penerapan kebijakan wajib campuran etanol pada BBM, di antaranya:

  1. Mengurangi Emisi Karbon
    Campuran etanol pada BBM dapat menurunkan emisi gas rumah kaca, sehingga membantu mengatasi dampak perubahan iklim.

  2. Mengurangi Ketergantungan terhadap Impor BBM
    Penggunaan etanol sebagai bahan bakar alternatif dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

  3. Mendorong Penggunaan Energi Bersih dan Ramah Lingkungan
    Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan, sejalan dengan target transisi energi berkelanjutan.

  4. Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional
    Diversifikasi sumber energi melalui campuran etanol dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi risiko gangguan pasokan.

  5. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
    Penerapan E10 juga diharapkan mendorong pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang lebih ramah lingkungan serta mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.

Peran Swasta dan Fleksibilitas di SPBU

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menambahkan, pelaksanaan kebijakan mandatori E10 akan melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha swasta dan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Dalam program biodiesel B40, swasta terlibat dalam penyediaan FAME. Hal serupa juga berlaku pada etanol, di mana swasta akan berperan dalam penyediaan bahan bakunya,” ujar Yuliot.

Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan fleksibilitas kepada pengelola SPBU dalam pelaksanaan program ini.

“Untuk SPBU, nanti diserahkan kepada masing-masing pengelola apakah mereka akan menerapkan E10 atau bahkan lebih dari 10 persen. Pengaturan aditif dan teknis lainnya diserahkan kepada pihak usaha,” katanya.

Penerapan BBM campur etanol menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah menuju kemandirian energi nasionalsekaligus mendukung target net zero emission.

Dengan memanfaatkan etanol yang bersumber dari bahan baku lokal seperti tebu dan singkong, kebijakan ini juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi dalam negeri.

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle7 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat8 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang8 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang9 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang9 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang9 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang9 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang9 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang9 jam lalu