Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Putin Setuju dengan Gencatan Senjata, tetapi dengan Syarat

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|14:56 WIB
Bagikan:
Putin Setuju dengan Gencatan Senjata, tetapi dengan Syarat
Putin Setuju dengan Gencatan Senjata, tetapi dengan Syarat (Image From: Sky News)

PASUNDAN EKSPRES - Ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut meskipun adanya usulan gencatan senjata selama 30 hari. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan persetujuannya terhadap ide gencatan senjata tersebut.

Namun, menurutnya, masih banyak pertanyaan yang harus dibahas sebelum kesepakatan dapat tercapai. Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah Ukraina menyetujui proposal dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. 

Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut respons Putin terkesan manipulatif. Selain itu, Presiden Ukraina mendesak adanya sanksi tambahan terhadap Rusia. Di sisi lain, Amerika Serikat semakin memperketat sanksi terhadap sektor minyak, gas, dan perbankan Rusia. 

Putin Setuju dengan Gencatan Senjata, tetapi dengan Syarat

Dalam konferensi pers di Moskow pada Kamis (13/3), Putin menyatakan bahwa meskipun ide gencatan senjata itu tepat, ada berbagai aspek yang perlu dibahas lebih lanjut.

"Gencatan senjata harus mengarah pada perdamaian yang langgeng dan mengatasi akar permasalahan krisis ini," ujar Putin, dikutip BBC News, Jumat (14/3).

Ia juga menambahkan bahwa perlu ada negosiasi lebih lanjut dengan pihak Amerika Serikat mengenai mekanisme pelaksanaan gencatan senjata.

Putin mengungkapkan bahwa meskipun ia setuju dengan gagasan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan. Salah satu isu utama yang disorotnya adalah wilayah Kursk di perbatasan barat Rusia, yang sempat dikuasai oleh Ukraina pada Agustus tahun lalu.

Menurut Putin, pasukan Ukraina di Kursk telah terisolasi dan tidak memiliki pilihan selain menyerah atau mati. 

Perbedaan Pendekatan Rusia dan Ukraina

Ukraina menginginkan proses gencatan senjata yang terdiri dari dua tahap: pertama, menghentikan pertempuran dalam waktu cepat; kedua, melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan jangka panjang.

Namun, Rusia menolak pemisahan proses ini. Menurut Putin, seluruh permasalahan harus diselesaikan dalam satu kesepakatan besar. Kedua negara kini bersikeras dengan pendapat mereka masing-masing, sehingga belum ada titik temu dalam negosiasi.

Sementara itu, Zelensky menuduh Putin hanya berpura-pura mendukung gencatan senjata, tetapi sebenarnya tidak berniat menghentikan perang. 

Zelensky menambahkan bahwa Putin memberikan terlalu banyak prasyarat, sehingga kecil kemungkinan kesepakatan dapat terwujud.

Peran Amerika Serikat dan Tantangan bagi Donald Trump

Amerika Serikat juga memainkan peran penting dalam proses negosiasi ini. Pada Jumat, dikabarkan bahwa utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, melakukan perjalanan ke Moskow untuk bertemu dengan pejabat Rusia guna membahas rencana gencatan senjata.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah pertemuan tersebut benar-benar terjadi. Laporan dari media Rusia menyebutkan bahwa pesawat yang diduga membawa Witkoff telah meninggalkan Moskow pada hari yang sama.

Trump, yang dikenal ingin segera mengakhiri konflik ini, menegaskan bahwa ia berharap Rusia menerima proposal gencatan senjata. 

Trump juga mengungkapkan bahwa AS telah berdiskusi dengan Ukraina mengenai kemungkinan perubahan batas wilayah sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

Sanksi Baru AS terhadap Rusia

Di tengah ketidakpastian negosiasi, pemerintah AS kembali menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Sanksi baru ini terutama menargetkan sektor minyak dan gas, serta membatasi akses Rusia ke sistem pembayaran AS.

Langkah ini dimaksudkan untuk semakin menekan perekonomian Rusia dan mempersempit ruang gerak finansial negara tersebut.

Kremlin langsung merespons dengan menolak proposal gencatan senjata yang diajukan AS. Yuri Ushakov, penasihat Putin, mengatakan bahwa Rusia tidak akan menerima usulan yang tidak mempertimbangkan kepentingan keamanan nasionalnya.

(ipa)

Berita Terbaru

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional3 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline3 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline7 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle9 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle10 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional11 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle11 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline12 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline12 jam lalu