Ribuan Warga Jakbar Antre Reaktivasi BPJS PBI, Tindakan Medis Sempat Tertunda

PASUNDANEKSPRES.ID - Ribuan warga memadati Kantor Suku Dinas Sosial (Sudin Sosial) Jakarta Barat untuk mengurus reaktivasi kepesertaan PBI JKN yang mendadak dinonaktifkan. Antrean sudah terlihat sejak pagi hari, dengan warga membawa berkas-berkas administrasi demi memastikan kembali bisa mengakses layanan kesehatan.
Mayoritas warga mengaku baru mengetahui status BPJS PBI mereka nonaktif saat hendak berobat atau memperpanjang rujukan di fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut membuat sejumlah tindakan medis yang telah dijadwalkan terpaksa tertunda.
Salah satu warga menuturkan bahwa kepesertaan BPJS PBI milik mertuanya tiba-tiba tidak aktif ketika hendak menjalani prosedur laser mata.
Ia mengatakan, “Ini kan memang kita ee ngurusin buat bapak mertua saya ya, karena kan dia lagi proses ee buat laser mata. Nah, sebelumnya sih aman-aman aja ya, maksudnya enggak enggak kendala gitu kan. Pas kemarin kita mau melakukan laser ternyata nonaktif tiba-tiba. Jadi kan kita harus ngurusin ulang kan. Nah, kita udah coba tuh pertama ke kantor BPJS-nya dulu. Ternyata di sana harus yang bayar tuh yang mandiri dilariin ke Puskesmas. Dari Puskesmas itu dilarikan lagi ke Sudin.”
Proses berjenjang tersebut membuat warga harus bolak-balik dari kantor BPJS, Puskesmas, hingga Sudin Sosial. Di sisi lain, sebagian warga menilai pelayanan di Sudin Sosial cukup responsif, terutama untuk kasus yang bersifat mendesak.
Seorang warga lain mengungkapkan pengalamannya, “Untungnya kan saya bawa semua alat apa berkas-berkas. Jadi langsung saya kasih ke ini langsung diarahin ke langsung masuk datanya langsung masuk ke dalam langsung gercep langsung.”
Sudin Sosial Jakarta Barat mencatat lebih dari 99.000 data PBI JKN dinonaktifkan sejak 2 Februari lalu. Angka tersebut memicu lonjakan kedatangan warga yang ingin memastikan kembali hak layanan kesehatannya tetap berjalan.
