Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Saham GOTO Menguat ke Rp24, Laba Rp441 Miliar dan Buyback Picu Optimisme Investor

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|11:59 WIB
Bagikan:
Saham GOTO Menguat ke Rp24, Laba Rp441 Miliar dan Buyback Picu Optimisme Investor
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menarik perhatian pelaku pasar menjelang pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menarik perhatian pelaku pasar menjelang pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026).

Perusahaan teknologi yang menaungi Gojek dan GoPay ini memperlihatkan peningkatan performa keuangan, meski harga sahamnya masih dibayangi tekanan pasar.

Pada perdagangan terakhir Jumat (30/10/2026), saham GOTO mengakhiri sesi dengan kenaikan 4,35 persen ke posisi Rp24 per saham.

Capaian tersebut bertambah Rp1 dibandingkan harga penutupan sebelumnya yang berada di level Rp23.

Penguatan saham terjadi setelah GoTo merilis laporan keuangan kuartal III-2026 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp441 miliar.

Pencapaian ini menjadi perkembangan positif karena perusahaan berhasil berbalik dari posisi rugi pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, kenaikan harga dalam satu sesi perdagangan belum dapat menjadi indikator bahwa saham GOTO telah sepenuhnya meninggalkan tren pelemahan.

Posisi Saham GOTO Masih Berada di Dekat Harga Terendah

Kenaikan pada penghujung Oktober belum mengubah posisi saham GOTO yang masih berada di area bawah jika dibandingkan dengan rentang pergerakannya selama satu tahun terakhir.

Mengacu pada data historis perdagangan, saham GOTO bergerak dalam kisaran Rp23 hingga Rp73 selama 52 minggu terakhir.

Artinya, dengan harga penutupan Rp24, posisi saham perusahaan hanya berjarak Rp1 dari level terendah dalam periode tersebut.

Tekanan juga terlihat sepanjang Oktober 2026 ketika saham GOTO mengalami koreksi sekitar 25 persen.

Situasi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih membayangi pergerakan saham, sekalipun kinerja fundamental perusahaan mulai memperlihatkan perbaikan.

Perlu diperhatikan pula bahwa saham dengan harga Rp24 memiliki sensitivitas persentase yang cukup tinggi. Perubahan Rp1 saja setara dengan pergerakan sekitar 4,17 persen.

Oleh sebab itu, investor perlu memperhitungkan potensi volatilitas ketika mengamati pergerakan saham GOTO.

Kinerja Keuangan GoTo Berbalik Positif, Laba Capai Rp441 Miliar

Dari aspek fundamental, GoTo memperlihatkan tren pemulihan dengan keberhasilan membukukan laba bersih selama tiga kuartal secara beruntun sepanjang 2026.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Kamis (29/10/2026), GoTo mencatatkan laba bersih sebesar Rp441 miliar untuk periode kuartal III-2026.

Hasil ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya yang masih mencatatkan kerugian bersih Rp255 miliar.

Selain itu, pendapatan bersih perusahaan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 17 persen menjadi sekitar Rp5,6 triliun.

Kinerja EBITDA grup yang disesuaikan atau adjusted EBITDA juga mencatatkan peningkatan signifikan.

Nilainya mencapai Rp950 miliar, atau tumbuh 84 persen dibandingkan periode kuartal III-2025.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah tantangan operasional yang masih berlangsung.

Hal itu disampaikan Hans melalui pengumuman resmi laporan kinerja keuangan GoTo pada 29 Oktober 2026.

Sementara itu, secara akumulatif, laba periode berjalan perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp864 miliar berdasarkan ringkasan laporan keuangan konsolidasian yang diterbitkan GoTo.

Fintech GoPay Tumbuh Pesat, Segmen Gojek Masih Dihadapkan Tantangan

Pertumbuhan bisnis teknologi finansial menjadi salah satu faktor yang menopang peningkatan kinerja GoTo, terutama melalui layanan GoPay.

Pada kuartal III-2026, segmen fintech mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 49 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp2,3 triliun.

Tidak hanya dari sisi pendapatan, EBITDA disesuaikan pada segmen ini juga tumbuh pesat hingga 304 persen menjadi Rp550 miliar.

Adapun jumlah pengguna aktif bulanan yang melakukan transaksi meningkat 26 persen menjadi 30,4 juta pengguna.

Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa layanan pembayaran digital dan produk keuangan semakin berperan dalam menopang sumber pendapatan GoTo.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada lini bisnis layanan sesuai permintaan atau on-demand services yang dijalankan melalui Gojek.

Segmen ini menghadapi tekanan menyusul pemberlakuan pembatasan komisi sebesar 8 persen untuk layanan transportasi roda dua.

Menurut keterangan GoTo, kebijakan tersebut memberikan dampak sekitar Rp150 miliar terhadap kinerja perusahaan pada kuartal III-2026.

Walaupun demikian, bisnis Gojek masih mampu mencatatkan adjusted EBITDA sebesar Rp347 miliar. Angka ini tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Program Buyback Saham GOTO Masih Berlanjut

Selain perkembangan kinerja keuangan, program pembelian kembali saham atau buyback menjadi salah satu agenda yang turut diperhatikan investor.

Hingga 29 Oktober 2026, GoTo telah merealisasikan penggunaan dana sekitar Rp985 miliar untuk membeli kembali sebanyak 36 miliar saham.

Perusahaan juga masih mempunyai sisa anggaran sekitar Rp2,5 triliun untuk meneruskan aksi buyback tersebut. Program ini dijalankan berdasarkan persetujuan yang berlaku sampai Juni 2027.

Di samping pembelian kembali saham, GoTo juga memperoleh persetujuan pemegang saham untuk membatalkan 32 miliar saham tresuri melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

Jumlah saham yang akan dibatalkan tersebut setara dengan sekitar 2,7 persen dari keseluruhan saham beredar.

Namun, proses realisasinya masih harus menunggu penyelesaian ketentuan dan prosedur regulasi yang berlaku.

Pada dasarnya, aksi buyback berpotensi mengurangi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar.

Kebijakan ini juga dapat menjadi indikasi strategi perusahaan dalam mengelola penggunaan modal.

Meski demikian, pembelian kembali saham bukan jaminan bahwa harga saham akan mengalami kenaikan.

Pergerakan harga tetap ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran, kondisi perekonomian, serta prospek kinerja perusahaan ke depan.

Bagaimana Prospek Saham GOTO Memasuki November 2026?

Memasuki November 2026, terdapat sejumlah aspek yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham GOTO, baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar.

Dari perspektif positif, GoTo memiliki sejumlah katalis, mulai dari keberhasilan mencatatkan laba, pertumbuhan bisnis fintech, hingga keberlanjutan program buyback saham.

Optimisme terhadap kinerja perusahaan juga tercermin dari keputusan manajemen untuk meningkatkan proyeksi adjusted EBITDA grup sepanjang 2026.

Target terbaru ditetapkan pada kisaran Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar Rp3,2 triliun sampai Rp3,4 triliun.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek perusahaan.

Beberapa di antaranya meliputi ketatnya persaingan bisnis transportasi daring, dinamika regulasi, kualitas portofolio pinjaman fintech, serta volatilitas pasar modal.

Dari perspektif teknikal jangka pendek, harga Rp23 dapat menjadi level penting untuk diamati karena merupakan posisi terendah saham GOTO dalam rentang perdagangan 52 minggu.

Sementara itu, level Rp25 dapat dijadikan acuan batas atas berdasarkan rentang perdagangan pada Jumat (30/10/2026).

Kedua level tersebut dapat membantu investor mengamati arah pergerakan harga dalam waktu dekat.

Meski begitu, level tersebut bukan kepastian bahwa saham akan bergerak naik ataupun turun.

Secara keseluruhan, prospek GOTO pada November 2026 akan sangat ditentukan oleh konsistensi perusahaan dalam mempertahankan profitabilitas dan membuktikan bahwa pertumbuhan bisnisnya dapat terus berlanjut.

Penguatan saham pada akhir Oktober menjadi sinyal positif di tengah perbaikan kinerja keuangan.

Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan laporan keuangan, realisasi buyback, serta dinamika pasar sebelum menentukan strategi investasinya.

Berita Terbaru

Polri Buka Suara Soal Penggeledahan di Ponpes Sukoharjo: Murni Penegakan Hukum, Bukan Stigmatisasi

Polri Buka Suara Soal Penggeledahan di Ponpes Sukoharjo: Murni Penegakan Hukum, Bukan Stigmatisasi

Nasional6 menit lalu
IHSG Melemah, Deretan Saham Ini Anjlok Paling Dalam Hari Ini

IHSG Melemah, Deretan Saham Ini Anjlok Paling Dalam Hari Ini

Nasional11 menit lalu
Pembuatan Akta Gratis dari Pemerintah? Simak Program PTSL 2026, Syarat, Biaya dan Cara Mengurus Sertifikat Tanah!

Pembuatan Akta Gratis dari Pemerintah? Simak Program PTSL 2026, Syarat, Biaya dan Cara Mengurus Sertifikat Tanah!

Nasional31 menit lalu
Ramai Seruan Boikot Raffi Ahmad di Media Sosial, Ini Kronologi Lengkapnya

Ramai Seruan Boikot Raffi Ahmad di Media Sosial, Ini Kronologi Lengkapnya

Nasional31 menit lalu
ADVERTISEMENT
KDM Siapkan Jaminan Pendidikan bagi 1.000 Anak Jabar untuk Kuliah di ITB

KDM Siapkan Jaminan Pendidikan bagi 1.000 Anak Jabar untuk Kuliah di ITB

Jawa Barat42 menit lalu
Saham GOTO Menguat ke Rp24, Laba Rp441 Miliar dan Buyback Picu Optimisme Investor

Saham GOTO Menguat ke Rp24, Laba Rp441 Miliar dan Buyback Picu Optimisme Investor

Nasional51 menit lalu
Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit

Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit

Purwakarta1 jam lalu
Pascakebakaran Hutan Tahura Bukit Soeharto, 1.000 Bibit Pohon Mulai Ditanam Untuk Pemulihan Hutan

Pascakebakaran Hutan Tahura Bukit Soeharto, 1.000 Bibit Pohon Mulai Ditanam Untuk Pemulihan Hutan

Nasional1 jam lalu
Karhutla Masih Berlanjut, 1.040 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026, Status Bencana Nasional Jadi Sorotan

Karhutla Masih Berlanjut, 1.040 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026, Status Bencana Nasional Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida, Tewaskan Sembilan Orang

Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida, Tewaskan Sembilan Orang

Nasional2 jam lalu