Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Serangan di Bandara Riyadh Arab Saudi Berlanjut, Begini Kondisi WNI

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|09:58 WIB
Bagikan:
Serangan di Bandara Riyadh Arab Saudi Berlanjut, Begini Kondisi WNI
Foto: Bandara Internasional King Khalid (RUH) di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Sabtiu (1010/2026). (Sumber: CNN News)

PASUNDANEKSPRES.ID - Serangan di Bandara Riyadh Arab Saudi kembali terjadi dua hari berturut-turut. Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran proyektil pada Sabtu (10/10/2026) dan Minggu (11/10/2026).

Rentetan serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, ratusan orang terluka, serta mengganggu aktivitas penerbangan.

Pada serangan pertama, otoritas setempat melaporkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban tewas kemudian bertambah menjadi 13 setelah seorang warga negara India yang sebelumnya terluka meninggal dunia pada Minggu.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyampaikan bahwa proyektil menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran. Di tengah serangan tersebut, sistem pertahanan udara juga mencegat sebuah rudal jelajah di sekitar kawasan bandara.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menuding kelompok yang berbasis di Yaman itu sebagai pihak di balik aksi penyerangan.

Serangan di Bandara Riyadh Arab Saudi

Situasi belum mereda pada Minggu (11/10/2026). Sebuah proyektil kembali menghantam terminal bandara dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta 11 lainnya terluka.

Insiden susulan ini terjadi sehari setelah serangan pertama menimbulkan banyak korban. Kondisi tersebut membuat operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara. 

Layanan Metro Riyadh juga menangguhkan operasional di dua dari tiga stasiun yang melayani kawasan bandara. Pengelola akan mengevaluasi situasi setiap hari sebelum memutuskan kapan layanan dapat kembali berjalan.

Warga di sejumlah kawasan Riyadh turut merasakan dampak serangan. Seorang penduduk Al-Aarid mengaku mendengar ledakan hingga rumahnya bergetar. Ia juga melihat burung-burung beterbangan secara bersamaan setelah suara ledakan terdengar.

Jurnalis AFP di Riyadh turut melaporkan suara ledakan di pusat kota. Ambulans juga terlihat bergerak menuju kawasan bandara untuk menangani situasi setelah serangan.

Kondisi WNI dan Dampak Serangan 

Di tengah perkembangan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh terus memantau kondisi warga negara Indonesia di Arab Saudi. 

Hingga Minggu malam (11/10/2026), belum ada laporan WNI yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Korban dalam serangan pertama berasal dari sejumlah negara. Mereka terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. 

Seorang warga India yang sempat menjalani perawatan kemudian meninggal dunia.

Rentetan serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, yang juga dipicu oleh memanasnya konflik berkepanjangan di Yaman. 

Kondisi ini semakin diperburuk oleh intensitas pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi, sehingga situasi keamanan di kawasan tersebut kian tidak stabil.

Serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil juga menambah risiko bagi masyarakat dan aktivitas transportasi di kawasan tersebut.

Perkembangan serangan di Bandara Riyadh Saudi Arabia masih dipantau otoritas setempat, termasuk dampaknya terhadap keselamatan penumpang dan pemulihan operasional penerbangan.

Sumber perkembangan terbaru: AP, Reuters, dan Al Jazeera.

(pm)

Berita Terbaru

Banjir Bandang Menerjang Padang, BPBD Catat 498 Jiwa Terdampak

Banjir Bandang Menerjang Padang, BPBD Catat 498 Jiwa Terdampak

Nasional14 menit lalu
Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan, BMKG Minta Waspada

Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan, BMKG Minta Waspada

Nasional24 menit lalu
GP Ansor Purwakarta Desak Penyelesaian Rumah Ibadah Lewat Mekanisme Hukum, Negara Tak Boleh Tunduk pada Tekanan

GP Ansor Purwakarta Desak Penyelesaian Rumah Ibadah Lewat Mekanisme Hukum, Negara Tak Boleh Tunduk pada Tekanan

Purwakarta35 menit lalu
Ratusan Nelayan Subang Tak Melaut, Solar Bersubsidi Sulit Didapat

Ratusan Nelayan Subang Tak Melaut, Solar Bersubsidi Sulit Didapat

Subang37 menit lalu
ADVERTISEMENT
Penertiban Anjal, Satpol PP Purwakarta Kedepankan Pendekatan Humanis

Penertiban Anjal, Satpol PP Purwakarta Kedepankan Pendekatan Humanis

Purwakarta41 menit lalu
Om Zein: Liga Desa Jadi Momen Kebangkitan Olahraga dan Kemandirian Desa

Om Zein: Liga Desa Jadi Momen Kebangkitan Olahraga dan Kemandirian Desa

Purwakarta42 menit lalu
Jadwal Timnas Futsal Indonesia di VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026

Jadwal Timnas Futsal Indonesia di VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026

Olahraga44 menit lalu
inDrive Edukasi Mahasiswa Purwakarta Keselamatan Berkendara, Pentingnya Patuhi Lalu Lintas

inDrive Edukasi Mahasiswa Purwakarta Keselamatan Berkendara, Pentingnya Patuhi Lalu Lintas

Purwakarta48 menit lalu
Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp863 Miliar, Ribuan Unit Tak Bisa Digunakan

Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Rugikan Negara Rp863 Miliar, Ribuan Unit Tak Bisa Digunakan

Nasional52 menit lalu
AGPAII Desak Sekolah Ramah Anak Masuk RUU Sisdiknas

AGPAII Desak Sekolah Ramah Anak Masuk RUU Sisdiknas

Headline56 menit lalu