Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Shell Tinggalkan Bisnis SPBU Indonesia! Mulai 30 Oktober 2026, Siapa yang Bakal Mengelola?

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|07:40 WIB
Bagikan:
Shell Tinggalkan Bisnis SPBU Indonesia! Mulai 30 Oktober 2026, Siapa yang Bakal Mengelola?
SPBU shell, Foto: Net

PASUNDANEKSPRES.ID – Shell Tinggalkan Bisnis SPBU Indonesia, perubahan besar bakal terjadi pada jaringan SPBU Shell di Indonesia. PT Shell Indonesia resmi menyiapkan pengalihan bisnis SPBU kepada pihak baru, yakni PT Isla Energy Indonesia. Meski demikian, masyarakat masih bisa menemukan SPBU Shell karena merek tersebut tetap digunakan setelah proses pengalihan selesai.

Transisi bisnis ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026. Setelah tanggal tersebut, kepemilikan dan pengelolaan bisnis SPBU yang dialihkan tidak lagi berada di tangan Shell Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan Shell kepada pelanggan melalui surat elektronik. Dalam keterangannya, perusahaan menjelaskan bahwa perubahan akan berlaku setelah proses pengalihan bisnis selesai.

“Setelah proses pengalihan selesai, perubahan terkait transisi ini akan mulai berlaku efektif pada 30 Oktober 2026,” demikian informasi Shell yang dikutip pada Kamis (8/10/2026).

Kendati pengelolanya berganti, nama Shell tidak serta-merta menghilang dari jalanan Indonesia. Merek tersebut tetap dapat digunakan melalui perjanjian lisensi antara pihak terkait.

Artinya, pelanggan masih berpotensi melihat logo Shell di SPBU yang selama ini menjadi tempat pengisian bahan bakar. Namun, operasional bisnisnya akan berada di bawah pengelolaan pihak baru sesuai dengan skema pengalihan yang disepakati.

Ratusan SPBU Shell Masuk dalam Pengalihan

Rencana pelepasan bisnis SPBU sebenarnya bukan keputusan mendadak. Shell telah mengumumkan rencana tersebut sejak Mei 2025.

Bisnis yang dialihkan mencakup jaringan SPBU Shell serta kegiatan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Shell diketahui mengoperasikan sekitar 200 SPBU di Indonesia. Lebih dari 160 unit di antaranya dimiliki langsung oleh perusahaan. Selain jaringan SPBU, Shell juga memiliki terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.

Pengalihan ini menjadi perubahan penting bagi bisnis ritel BBM Shell di Indonesia. Namun, kepastian mengenai operasional setiap SPBU setelah transisi tetap perlu mengacu pada informasi resmi perusahaan dan pengelola baru.

Stok BBM Shell Masih Jadi Sorotan

Di tengah rencana pergantian pengelola, persoalan ketersediaan BBM justru menjadi perhatian pelanggan.

Sejak awal 2026, sejumlah SPBU Shell mengalami keterbatasan stok. Hingga Oktober 2026, produk Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ dilaporkan belum tersedia.

Sementara itu, Shell V-Power Diesel masih tersedia di sejumlah SPBU, meskipun jumlahnya terbatas dan tidak semua lokasi menjual produk tersebut. Ketersediaannya lebih banyak dijumpai di jaringan SPBU wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kondisi ini membuat pelanggan perlu memastikan ketersediaan produk sebelum mendatangi SPBU Shell, terutama jika mencari jenis BBM tertentu.

Shell sebelumnya menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permohonan rekomendasi impor BBM untuk 2026.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” demikian keterangan resmi Shell Indonesia pada 29 Januari 2026.

Perusahaan juga memastikan pasokan BBM tetap menjadi bagian dari kegiatan usahanya. Shell menyatakan standar kualitas produk tetap dipertahankan, meskipun kondisi ketersediaan di lapangan masih terbatas.

Shell Tidak Sepenuhnya Pergi dari Indonesia

Meski melepas bisnis SPBU, Shell tetap mempertahankan bisnis pelumas di Indonesia. Pengalihan jaringan SPBU tidak mencakup kegiatan usaha pelumas yang dijalankan perusahaan.

Indonesia juga disebut sebagai salah satu pasar pertumbuhan utama Shell untuk bisnis tersebut.

Shell memiliki pabrik pelumas dengan kapasitas mencapai 300 juta liter per tahun. Perusahaan juga tengah membangun fasilitas manufaktur gemuk di Marunda yang direncanakan memiliki kapasitas 12 kiloton per tahun.

Pada 2022, Shell turut mengakuisisi EcoOils yang memiliki dua fasilitas pengolahan di Indonesia. Akuisisi ini menambah portofolio bisnis bahan bakar rendah karbon Shell di kawasan tersebut.

Dengan demikian, perubahan yang dijadwalkan berlaku pada 30 Oktober 2026 lebih berfokus pada bisnis SPBU, bukan penghentian seluruh aktivitas Shell di Indonesia.

Berita Terbaru

PERSIB vs Dewa United di Super League 2026/2027: Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

PERSIB vs Dewa United di Super League 2026/2027: Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Headline34 menit lalu
Sekda Subang Hadiri PKU Akbar 2026, Dorong UMKM Lebih Produktif dan Berdaya Saing

Sekda Subang Hadiri PKU Akbar 2026, Dorong UMKM Lebih Produktif dan Berdaya Saing

Headline1 jam lalu
Shell Tinggalkan Bisnis SPBU Indonesia! Mulai 30 Oktober 2026, Siapa yang Bakal Mengelola?

Shell Tinggalkan Bisnis SPBU Indonesia! Mulai 30 Oktober 2026, Siapa yang Bakal Mengelola?

Nasional1 jam lalu
Starting Grid MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Terancam! Bagnaia Malah Terlempar dari 10 Besar

Starting Grid MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Terancam! Bagnaia Malah Terlempar dari 10 Besar

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Peringatan Hari Santri 2026: Tema, Panduan Upacara, dan Link Logo

Peringatan Hari Santri 2026: Tema, Panduan Upacara, dan Link Logo

Nasional2 jam lalu
Kades dan Warga Apresiasi Polres Subang Bantu Perbaiki Rumah Lansia di Padaasih

Kades dan Warga Apresiasi Polres Subang Bantu Perbaiki Rumah Lansia di Padaasih

Headline12 jam lalu
Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang17 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini17 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat19 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline20 jam lalu