Tragis! Bom Diduga Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, 5 Orang Tewas 12 Bangunan Terdampak!

PASUNDAN EKSPRES.ID – Peristiwa ledakan bom Biak Numfor yang diduga berasal dari sisa peninggalan Perang Dunia II menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Papua pada minggu (30/05).
Ledakan dahsyat yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada Minggu sore mengakibatkan sedikitnya lima warga meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka, serta sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat.
Hingga kini, proses pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan oleh tim gabungan.
Aparat kepolisian bersama TNI, Basarnas, dan tim penjinak bom juga masih melakukan sterilisasi di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang dapat memicu ledakan susulan.
Kronologi Ledakan Bom Biak Numfor
Peristiwa ledakan bom Biak Numfor tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIT. Suara ledakan terdengar sangat keras dan mengagetkan warga yang berada di sekitar lokasi.
Rekaman kamera pengawas yang beredar menunjukkan munculnya bola api besar disertai kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke udara. Dampak ledakan juga menyebabkan material bangunan beterbangan dan menghantam area permukiman di sekitarnya.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi lima korban meninggal dunia.
Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang bekerja di lapangan.
Berdasarkan informasi dari Polda Papua, seluruh korban meninggal dunia rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Surido, Distrik Biak Kota. Sementara itu, proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan bom Biak Numfor juga menyebabkan sedikitnya 19 warga mengalami luka-luka. Para korban yang mengalami cedera telah mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan setempat.
Sebagian besar korban dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan material bangunan dan dampak gelombang kejut dari ledakan tersebut
Kerusakan fisik yang ditimbulkan juga cukup besar. Berdasarkan data sementara yang dihimpun aparat, terdapat sedikitnya 12 bangunan terdampak.
Empat rumah yang berada di sekitar pusat ledakan dilaporkan hancur total, sementara sejumlah bangunan lainnya mengalami kerusakan berat dan ringan.
Bahkan sebuah gereja turut terdampak akibat kuatnya tekanan ledakan yang terjadi.
Akibat kejadian tersebut, puluhan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Data sementara menunjukkan sekitar 55 warga meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko apabila ditemukan benda berbahaya lain di sekitar lokasi kejadian.
Polisi menduga ledakan bom Biak Numfor berasal dari bom aktif peninggalan Perang Dunia II yang selama puluhan tahun terkubur di kawasan tersebut.
Dugaan ini muncul setelah aparat menemukan indikasi kuat bahwa sumber ledakan berasal dari material peledak bersejarah yang masih aktif.
Namun demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Hingga Senin malam, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi kejadian. Area ledakan telah dipasangi garis polisi dan masyarakat diminta tidak mendekati lokasi demi keselamatan bersama.
Tim penjinak bom juga diterjunkan untuk menyisir area sekitar guna memastikan tidak terdapat sisa bahan peledak lain yang masih aktif.
Peristiwa ledakan bom Biak Numfor menjadi pengingat bahwa peninggalan perang yang telah terkubur selama puluhan tahun masih dapat menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini fokus pada proses evakuasi, pencarian korban yang masih hilang, pemulihan kondisi warga terdampak, serta penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti tragedi yang merenggut nyawa lima warga tersebut.
