Viral! MC LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf

PASUNDANEKSPRES.ID - MC LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar minta maaf. Shindy Lutfiana, pembawa acara (MC) pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tingkat SMA se-Kalimantan Barat, secara terbuka meminta maaf atas pernyataannya yang memicu polemik di media sosial.
Permintaan maaf ini disampaikan melalui unggahan Instagram pribadinya @shindy_mcwedding, menyusul insiden kontroversial di babak final yang digelar pada 9 Mei 2026.
MC LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf
Dalam pernyataan tertulisnya, Shindy mengakui bahwa ucapannya saat memandu acara telah menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi peserta lomba.
Ia secara khusus menyoroti kalimat yang sempat ia lontarkan, yakni, “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja.”
Menurut Shindy, kalimat tersebut tidak sepatutnya diucapkan oleh seorang pembawa acara yang seharusnya menjaga netralitas.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja’, yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy dalam unggahannya, dikutip Rabu (13/5).
Ia menyatakan ucapannya telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, hingga luka bagi peserta, guru pendamping, dan masyarakat Kalimantan Barat secara keseluruhan.
"Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya," tambahnya.
Shindy mengatakan insiden tersebut menjadi pembelajaran berharga agar dirinya lebih hati-hati dalam memilih kata saat berbicara di ruang publik.
Ia juga berkomitmen menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi pribadi agar dapat bersikap lebih profesional pada kesempatan berikutnya.
Menurutnya, kritik yang muncul menjadi pengingat penting bahwa setiap ucapan di depan publik memiliki dampak besar terhadap banyak orang.
Kronologi Polemik Penjurian LCC Empat Pilar MPR RI
Kontroversi bermula dari keputusan dewan juri yang dinilai tidak konsisten pada sesi rebutan jawaban di babak final. Pertanyaan yang dilontarkan MC berbunyi: "Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" (dikutip dari rekaman YouTube MPR).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak, yang pertama kali menekan bel, menjawab bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dipilih DPR dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan disahkan Presiden.
Namun, juri utama, Dyastasita dari Biro Pengkajian Setjen MPR RI, memberi nilai -5 karena dianggap tidak menyebut DPD secara eksplisit.
Saat pertanyaan direbut Regu B dan dijawab dengan kalimat identik, juri malah memberikan 10 poin. Peserta Regu C langsung memprotes, menunjukkan kebingungan dan menegaskan bahwa jawaban mereka telah mencakup DPD.
Dyastasita tetap mempertahankan putusan, sementara juri lain, Indri Wahyuni dari Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, menyarankan peserta lebih jelas dalam artikulasi.
Insiden ini cepat viral di media sosial, memicu kritik pedas terhadap penjurian dan peran MC.
(ipa)
