Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gerhana Matahari Total dan Komet Setan Akan Hiasi Langit di Tahun 2024

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|21:35 WIB
Bagikan:
Gerhana Matahari Total dan Komet Setan Akan Hiasi Langit di Tahun 2024

PASUNDAN EKSPRES - Peristiwa luar biasa akan terjadi di tahun 2024. Pada tanggal 8 April, sebagian wilayah Bumi akan bermandikan kegelapan saat gerhana Matahari total terjadi. Fenomena ini akan semakin istimewa dengan kemunculan Komet Setan, yang hanya bisa dilihat manusia setiap 70 tahun sekali.

Komet Setan, yang secara resmi bernama 12P/Pons-Brooks, memiliki diameter sekitar 1,6 kilometer, seukuran Gunung Everest. Komet ini saat ini sedang melintasi tata surya bagian dalam dan akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada tanggal 21 April 2024.

Meskipun gerhana Matahari total hanya akan terlihat di beberapa wilayah, Komet Setan kemungkinan dapat dilihat dengan mata telanjang di belahan Bumi utara. Pada akhir Maret 2024, komet ini diprediksi akan terlihat saat senja di ufuk barat, melawan konstelasi zodiak Aries.

BACA JUGA:Misteri Mengapa Luar Angkasa Gelap, Padahal Matahari Selalu Menerangi

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari total terjadi saat Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga Bulan menghalangi seluruh cahaya Matahari. Fenomena ini hanya terjadi saat Bulan baru dan Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis lurus.

Gerhana Matahari total akan dimulai di Samudra Pasifik Selatan pada tanggal 8 April 2024. Jalur gerhana kemudian akan melintasi Meksiko, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Atlantik Utara. Gerhana akan berakhir di Afrika Barat.

Komet Setan

Komet Setan pertama kali ditemukan pada tahun 1812 oleh Jean-Louis Pons. Komet ini memiliki periode orbit sekitar 71 tahun, sehingga manusia hanya bisa melihatnya setiap 70 tahun sekali.

Komet Setan tergolong komet yang cukup aktif. Saat melintasi Matahari, komet ini akan mengembangkan ekor panjang yang terbuat dari gas dan debu. Ekor komet ini lah yang membuatnya terlihat begitu indah di langit malam.

Peristiwa Langka

Gabungan gerhana Matahari total dan kemunculan Komet Setan merupakan peristiwa yang sangat langka. Bagi para pecinta astronomi, momen ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

BACA JUGA:Akhirnya Terungkap! Mengapa Ruang Angkasa Gelap

Tips Mengamati Gerhana Matahari dan Komet Setan

-Untuk mengamati gerhana Matahari total, Anda harus berada di jalur gerhana. Gunakan kacamata gerhana khusus untuk melindungi mata Anda dari sinar Matahari yang berbahaya.

-Untuk mengamati Komet Setan, carilah tempat yang gelap dan bebas polusi cahaya. Gunakan teleskop atau binokuler untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas.

Peristiwa gerhana Matahari total dan kemunculan Komet Setan di tahun 2024 adalah pengingat akan keagungan alam semesta. Jangan lupa untuk mengabadikan momen istimewa ini!

Berita Terbaru

Viral Curug Nangsi Subang: Air Terjun Plus Kolam Air Hangat, Tiketnya Cuma Segini

Viral Curug Nangsi Subang: Air Terjun Plus Kolam Air Hangat, Tiketnya Cuma Segini

Lifestyle6 menit lalu
Motor Hilang di Pasar Malam Subang, Ini 5 Tips Aman yang Harus Kamu Tahu

Motor Hilang di Pasar Malam Subang, Ini 5 Tips Aman yang Harus Kamu Tahu

Subang18 menit lalu
Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian

Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian

Jawa Barat20 menit lalu
Gentengisasi, Momentum Kebangkitan Industri Genteng di Plered

Gentengisasi, Momentum Kebangkitan Industri Genteng di Plered

Purwakarta30 menit lalu
ADVERTISEMENT
Formasi Wantimpres Prabowo Subianto, Segini Gaji dan Fasilitas yang Diterima

Formasi Wantimpres Prabowo Subianto, Segini Gaji dan Fasilitas yang Diterima

Nasional36 menit lalu
Kejari Purwakarta Teken Perjanjian Kerja Sama dengan 10 Desa di Kiarapedes

Kejari Purwakarta Teken Perjanjian Kerja Sama dengan 10 Desa di Kiarapedes

Purwakarta39 menit lalu
SMA Labschool Ciracas Jakarta, Jadikan Desa Cihanjawar Purwakarta Lokasi Trip Observasi

SMA Labschool Ciracas Jakarta, Jadikan Desa Cihanjawar Purwakarta Lokasi Trip Observasi

Purwakarta40 menit lalu
FTBI Tingkat Kabupaten Subang Wadah Pelestarian Bahasa dan Budaya Sunda, Diikuti 413 Pelajar dari 55 Sekolah

FTBI Tingkat Kabupaten Subang Wadah Pelestarian Bahasa dan Budaya Sunda, Diikuti 413 Pelajar dari 55 Sekolah

Subang46 menit lalu
Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal dan Siaran Langsungnya

Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal dan Siaran Langsungnya

Olahraga48 menit lalu
Terungkap! Video Dugaan Pesta Sabu Benar Direkam di Dalam Rutan Depok, Dua Petugas Diperiksa

Terungkap! Video Dugaan Pesta Sabu Benar Direkam di Dalam Rutan Depok, Dua Petugas Diperiksa

Nasional51 menit lalu