PSSI Protes! Kontroversi Wasit dan Aturan Tuan Rumah Hantui Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

PERJALANAN Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali diwarnai sejumlah isu kontroversial.
Hal ini dibahas dalam salah satu video di kanal YouTube Bola Bung Binder, yang menyoroti berbagai persoalan non-teknis yang dinilai merugikan Tim Garuda.
Meski demikian, optimisme tetap disuarakan terkait peluang Indonesia untuk mencetak sejarah lolos ke putaran final Piala Dunia.
Menurut Binder, Salah satu isu paling disorot adalah penunjukan wasit asal Kuwait, Ahmed Al-Kaf, untuk laga krusial melawan Arab Saudi.
"Keputusan ini menuai kebingungan sekaligus kekecewaan. Penunjukan wasit dari kawasan yang sama dengan calon lawan dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan bias," jelasnya dikutip Pasundan Ekspres pada Kamis (18/09/2025).
Binder juga menyarankan, AFC menunjuk wasit dari negara netral, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, atau bahkan dari benua lain seperti Eropa, Amerika, maupun Brasil.
"Untuk merespons hal ini, PSSI dikabarkan telah mengajukan protes resmi tidak hanya ke AFC, tetapi juga ke FIFA," kata Binder lagi.
Kuota Tiket Minim untuk Suporter Indonesia
Masalah lain yang ikut menjadi sorotan adalah alokasi tiket untuk pendukung Indonesia maupun Irak.
Arab Saudi sebagai tuan rumah hanya memberikan 8% dari total kapasitas stadion, atau sekitar 5.200 tiket.
Jumlah ini dianggap terlalu sedikit, mengingat pentingnya dukungan suporter di laga berkelas internasional.
Dia menilai kuota tiket seharusnya bisa ditingkatkan hingga 15%, agar lebih banyak suporter Timnas dapat hadir langsung di stadion dan memberikan energi tambahan bagi skuad Garuda.
Kontroversi juga muncul terkait pemilihan tuan rumah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Qatar dan Arab Saudi ditunjuk berdasarkan peringkat FIFA tertinggi. Namun, aturan ini dinilai tidak transparan," tegasnya.
Binder mengingatkan bahwa pada aturan sebelumnya, babak keempat kualifikasi seharusnya dimainkan di tempat netral, bukan di negara peserta.
Perubahan regulasi yang tidak jelas ini juga menjadi salah satu alasan mengapa PSSI dan sejumlah negara lain mengajukan protes resmi.
Di tengah berbagai polemik, pembicara menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak boleh gentar menghadapi tekanan non-teknis.
Ia menilai peluang Garuda tetap terbuka lebar untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Kekuatan Timnas kini dianggap semakin solid berkat kedalaman skuad yang dihuni pemain berkualitas, termasuk dari diaspora.
"Strategi matang dari pelatih juga akan sangat menentukan, terlebih laga perdana melawan Arab Saudi disebut sebagai “final” yang wajib dimenangkan," pungkasnya. (idr)
