Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ricuh Usai Persib Bandung Bungkam PSM 2-1 di Parepare, Flare Menyala hingga Suporter Turun ke Lapangan

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|09:34 WIB
Bagikan:
Ricuh Usai Persib Bandung Bungkam PSM 2-1 di Parepare, Flare Menyala hingga Suporter Turun ke Lapangan
Situasi di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam, yang diwarnai kericuhan usai pertandingan.

PASUNDANEKSPRES.ID - Kemenangan dramatis Persib Bandung atas PSM Makassar dengan skor 2-1 pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (17/5/2026) malam, berubah menjadi momen mencekam setelah terjadi kericuhan usai pertandingan.

Laga yang berlangsung panas sejak menit awal itu sejatinya menjadi panggung manis bagi Maung Bandung yang sukses membawa pulang tiga poin penting dari kandang lawan. Namun, euforia kemenangan justru tercoreng akibat aksi sejumlah oknum suporter yang memicu kekacauan di area stadion.

Ricuh Usai Persib Bandung Bungkam PSM 2-1 di Parepare

Situasi panas sebenarnya sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sebuah spanduk bertuliskan “Kota Ini Bukan Tempat Selebrasi” yang dipasang suporter tuan rumah viral di media sosial dan langsung memancing perhatian publik sepak bola nasional.

Di tengah tensi tinggi tersebut, sekitar 410 Bobotoh yang datang menggunakan bus dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Demi menjaga situasi tetap kondusif, polisi melarang suporter tamu melakukan konvoi di jalan protokol Kota Parepare.

Tak hanya itu, Bobotoh juga tidak diperkenankan mengenakan atribut klub seperti syal, jaket, maupun membawa bendera ke dalam stadion. Mereka hanya diizinkan memakai kaus polos berwarna putih dan ditempatkan bercampur dengan pendukung tuan rumah.

Meski mendapat berbagai pembatasan, semangat Bobotoh tidak surut. Salah seorang koordinator suporter Persib yang enggan disebutkan namanya mengaku spanduk bernada sindiran itu justru menjadi motivasi tambahan bagi mereka.

“Spanduk itu malah bikin kami makin semangat. Kami datang untuk mendukung tim dan akhirnya pulang membawa kemenangan,” ujarnya.

Namun suasana berubah tegang beberapa saat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Sejumlah suporter Persib dilaporkan menyalakan flare di beberapa sudut stadion sebagai bentuk selebrasi kemenangan.

Asap flare yang memenuhi tribun membuat jarak pandang terganggu. Dalam video yang beredar luas di media sosial, situasi kemudian memanas ketika sejumlah suporter berpakaian hitam dari Tribun Selatan nekat masuk ke area lapangan dan mencoba mendekati pemain Persib yang sedang merayakan kemenangan.

Kericuhan makin meluas setelah sejumlah oknum melempar botol ke arah Tribun VIP Utara. Aksi itu memancing emosi suporter lain hingga suasana stadion berubah mencekam dalam hitungan detik.

Master of Ceremony (MC) pertandingan berkali-kali mengimbau penonton untuk menghentikan aksi perusakan fasilitas stadion. Namun imbauan tersebut tidak dihiraukan. Sejumlah oknum terus bergerak menuju bench pemain hingga area pintu keluar stadion.

Di tengah situasi chaos, aparat keamanan langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan membubarkan massa. Penonton yang membawa anak-anak bahkan sempat dievakuasi ke lokasi yang lebih aman demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi akhirnya mulai kondusif setelah kepolisian menambah personel di beberapa titik stadion dan mengamankan sejumlah orang yang diduga menjadi provokator kericuhan.

Kapolres Parepare mengapresiasi mayoritas Bobotoh yang dinilai tetap kooperatif dan mematuhi aturan keamanan selama pertandingan berlangsung.

“Mayoritas suporter Persib cukup kooperatif. Hanya segelintir orang yang nekat memicu keributan. Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait jumlah korban maupun total kerusakan akibat insiden tersebut. Polisi juga memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kericuhan di Parepare ini sekaligus menambah catatan negatif yang membayangi Persib Bandung. Sebelumnya, klub asal Bandung tersebut juga sempat mendapat sanksi dari Asian Football Confederation berupa denda sebesar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar akibat kericuhan saat menghadapi Ratchaburi FC di ajang AFC Champions League Two.

Insiden terbaru ini kembali menjadi alarm keras bahwa pengendalian suporter masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak demi menjaga citra sepak bola Indonesia tetap positif di mata dunia.

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline1 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline1 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline1 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle4 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle5 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle6 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle7 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional7 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle8 jam lalu