Tanpa Hodak dan Pilar Utama, Persib Bandung Datang ke Parepare Bawa Misi “Gaspol” Kunci Tahta

PASUNDANEKSPRES.ID - Persib Bandung bakal menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/26. Duel panas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026), dan diprediksi jadi salah satu pertandingan paling sengit di penghujung musim.
Secara posisi klasemen, kedua tim memang berbeda jauh. Persib masih nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 75 poin. Sementara itu, PSM Makassar justru masih tertahan di papan bawah, tepatnya posisi ke-14 dengan raihan 34 poin.
Meski unggul jauh secara angka, Persib sama sekali tidak ingin menganggap enteng lawannya. Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai PSM tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya, apalagi saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Persib Bandung Datang ke Parepare Bawa Misi “Gaspol”
Menurutnya, atmosfer Stadion Gelora B.J. Habibie selalu memberi energi tambahan bagi Juku Eja. Karena itu, Maung Bandung harus tampil fokus sejak menit awal jika ingin membawa pulang poin penuh.
“Pertandingan ini jelas tidak akan berjalan mudah. Namun, kami akan terus berusaha mendapatkan hasil terbaik,” ujar Hodak.
Laga ini juga menjadi momen penting bagi Persib untuk menjaga konsistensi mereka di jalur juara. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan sedikit pertandingan, setiap poin punya arti besar bagi tim asal Bandung tersebut.
Kabar baiknya, kondisi mayoritas pemain Persib saat ini disebut cukup siap tempur. Intensitas latihan yang dijalani dalam beberapa hari terakhir berjalan positif dan para pemain dinilai dalam kondisi mental yang bagus.
Namun demikian, Persib tetap harus menghadapi sejumlah masalah serius jelang laga penting ini. Beberapa pemain inti dipastikan absen dan hal tersebut bisa memengaruhi keseimbangan permainan tim.
Bek andalan Layvin Kurzawa masih berada dalam pemantauan tim medis setelah mengalami cedera. Kondisinya belum benar-benar fit untuk tampil penuh dalam pertandingan seberat melawan PSM.
Selain Kurzawa, dua pemain penting lainnya juga dipastikan tidak bisa bermain akibat hukuman akumulasi kartu kuning. Mereka adalah Federico Barba dan Luciano Guaycochea.
Absennya dua nama tersebut jelas menjadi pukulan tersendiri bagi Persib. Barba selama ini dikenal sebagai tembok kuat di lini belakang, sementara Guaycochea punya peran besar dalam mengatur ritme permainan di lini tengah.
Meski begitu, Hodak tetap percaya dengan kualitas skuad yang dimilikinya. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan Persib memiliki kedalaman tim yang cukup untuk mengatasi situasi sulit seperti sekarang.
“Kami punya kedalaman skuad yang cukup. Ada 22 pemain yang semuanya harus siap ketika diberi kesempatan,” tegasnya.
Situasi makin menarik karena Persib juga tidak akan didampingi langsung Bojan Hodak di pinggir lapangan. Sang pelatih harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning sehingga tidak bisa memberikan instruksi secara langsung dari area teknis.
Sebagai gantinya, tugas memimpin tim akan diambil alih oleh asisten pelatih Igor Tolic selama pertandingan berlangsung.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tambahan bagi Persib. Bermain tandang melawan tim yang sedang berjuang menjauh dari zona bawah tidak pernah mudah, apalagi tanpa beberapa pemain inti dan pelatih kepala.
Kini publik sepak bola Indonesia tinggal menunggu apakah Maung Bandung tetap mampu tampil garang dan mempertahankan tren positif mereka. Satu hal yang pasti, duel PSM kontra Persib diprediksi bakal penuh tensi, drama, dan tekanan sejak peluit pertama dibunyikan.
