Timnas Indonesia Fokus Benahi Pertahanan Jelang FIFA Match Day, John Herdman Soroti Transisi Permainan

PASUNDANEKSPRES.ID - Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi agenda FIFA Match Day Juni 2026. Setelah mengumumkan daftar 23 pemain yang dipanggil pada 1 Juni lalu, skuad Garuda langsung menjalani latihan intensif dengan fokus utama memperkuat organisasi pertahanan dan memperbaiki proses transisi permainan.
Timnas Benahi Pertahanan Jelang FIFA Match Day
Latihan perdana dengan kekuatan penuh digelar di Stadion Madya, Jakarta, pada Senin (1/6/2026) sore. Seluruh pemain yang dipanggil tampak mengikuti sesi latihan dengan intensitas tinggi di bawah arahan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.
Dalam sesi tersebut, pelatih asal Inggris itu memberikan perhatian khusus pada kemampuan tim saat beralih dari fase menyerang ke bertahan. Menurut Herdman, aspek tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi Oman dan Mozambik dalam laga persahabatan internasional.
Waktu persiapan yang relatif singkat membuat tim pelatih harus memaksimalkan setiap sesi latihan. Karena itu, materi yang diberikan lebih banyak menitikberatkan pada disiplin posisi, komunikasi antarpemain, dan reaksi cepat saat kehilangan bola.
Herdman mengungkapkan bahwa fokus latihan kali ini merupakan hasil evaluasi dari pertandingan sebelumnya saat Indonesia menghadapi Bulgaria pada Maret 2026. Dalam laga tersebut, Timnas Indonesia dinilai masih memiliki kelemahan dalam mengantisipasi peluang lawan yang akhirnya berujung gol.
“Pertandingan terakhir melawan Bulgaria kami kecolongan satu peluang dan kebobolan. Jadi itu yang ingin kami ubah dan coba perbaiki di pertandingan kali ini. Tapi dalam waktu yang sama kami juga akan coba mengambil risiko,” ujar John Herdman seperti dikutip dari tayangan Metro Sport, Metro TV, Selasa (2/6/2026).
Pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan bahwa membangun pertahanan yang solid tidak hanya soal menjaga lini belakang, tetapi juga melibatkan seluruh pemain sejak fase menyerang. Ia ingin para pemain tetap fokus sepanjang pertandingan dan mampu membaca situasi ketika lawan melakukan serangan balik.
Selain meningkatkan kualitas bertahan, Herdman juga berusaha membangun mental bertanding yang lebih kuat. Menurutnya, ketenangan dalam menghadapi tekanan menjadi salah satu faktor penting agar Timnas Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi.
Laga melawan Oman dan Mozambik dipandang sebagai kesempatan berharga bagi skuad Garuda untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman internasional. Kedua negara tersebut dikenal memiliki karakter permainan yang berbeda sehingga dapat menjadi ujian yang baik bagi perkembangan tim.
Di sisi lain, hasil positif dalam FIFA Match Day juga memiliki dampak penting terhadap posisi Indonesia di ranking FIFA. Setiap poin yang diraih akan membantu memperbaiki peringkat dunia sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim menjelang agenda kompetitif berikutnya.
Para pemain pun terlihat antusias menjalani latihan. Sejumlah nama seperti Rizky Ridho dan rekan-rekannya menunjukkan semangat tinggi untuk menyerap instruksi pelatih dan menerapkannya di lapangan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Timnas Indonesia berharap mampu tampil lebih disiplin, kokoh dalam bertahan, dan efektif saat melakukan transisi permainan. Dua laga melawan Oman dan Mozambik nantinya bukan hanya menjadi ajang uji coba, tetapi juga langkah penting dalam proses pembangunan skuad Garuda menuju level yang lebih kompetitif di kancah internasional.
