Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Generasi Milenial Terkini di Tengah Pusaran Dunia: Mempertahankan Pancasila sebagai Identitas Negara

H
HubaEditor: Huba
|12:25 WIB
Bagikan:
Generasi Milenial Terkini di Tengah Pusaran Dunia: Mempertahankan Pancasila sebagai Identitas Negara

Oleh:
Luthfia Rahmani Hafidz
Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Gelombang dunia yang semakin kuat membawa transformasi signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok muda yang kita sebut Generasi Z. Kelompok ini tumbuh besar di zaman serba digital, akrab dengan teknologi, media sosial, dan berita yang datang tiada henti. Di satu sisi, dunia luar membuka banyak kemudahan serta kesempatan baru. Namun, di sisi lain, hal ini juga menghadapkan tantangan berat bagi kelestarian nilai Pancasila yang merupakan pondasi sekaligus ideologi negara kita.

Dunia Luar dan Pergeseran Cara Berpikir Generasi Z

Generasi Z dikenal sebagai angkatan yang gampang menyesuaikan diri, penuh ide, dan menyambut baik hal baru. Mereka gampang sekali menjangkau budaya, tren hidup, dan pandangan dari berbagai penjuru bumi lewat internet dan jejaring sosial. Sayangnya, keterbukaan ini sering kali tidak disertai kemampuan untuk menyaring mana nilai yang cocok dengan jati diri ke-bangsaan. Konsekuensinya, mulai tampak kecenderungan perilaku mementingkan diri sendiri, melemahnya semangat kebersamaan, dan berkurangnya rasa cinta tanah air pada anak muda.

Kejadian ini memperlihatkan bahwa menduniakan itu bukan hanya soal teknologi, namun turut menyentuh sisi etika dan kepribadian suatu negara. Apabila tidak dihadapi dengan cerdas, proses globalisasi bisa menggerogoti prinsip Pancasila yang selama ini menyatukan bangsa Indonesia.

Pancasila Sebagai Saringan Nilai Dunia

Di tengah kuatnya arus pengaruh luar negeri, Pancasila memegang fungsi kunci sebagai penyaring terhadap nilai-nilai asing yang masuk ke Indonesia. Pancasila bukannya penghalang kemajuan, melainkan penuntun supaya bangsa Indonesia tetap maju tanpa kehilangan jati dirinya. Aspek Ketuhanan, Kemanusiaan, Kesatuan, Demokrasi, serta Kesejahteraan Rakyat harus tetap menjadi dasar dalam berucap dan berbuat, termasuk dalam dunia maya.

Anak muda sekarang harus mengerti bahwa kekinian dan rasa kebangsaan tidak saling berlawanan. Justru dengan berpegang teguh pada Pancasila, kaum muda dapat memanfaatkan kemajuan dunia secara bertanggung jawab dan terhormat.

Tugas Sekolah dan Media Sosial dalam Menanamkan Pancasila

Sistem pendidikan memegang peranan vital dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar dihafal, namun sebagai panduan hidup. Di zaman serba digital, cara lama saja tidak memadai. Penanaman nilai Pancasila harus dilakukan lewat sarana yang akrab dengan anak muda masa kini, salah satunya adalah media sosial.

Materi yang mendidik, kreatif, dan berhubungan dengan keseharian bisa menjadi jalan ampuh untuk menanamkan nilai kebangsaan. Dengan cara ini, media sosial tidak hanya menjadi tempat bersenang-senang, tetapi juga alat untuk membentuk akhlak dan rasa cinta tanah air.

Memperkuat Pancasila Demi Kelangsungan Bangsa

Kaum muda yang lahir setelah tahun sembilan puluhan benar benar akan menentukan bagaimana nasib Indonesia ke depan. Walaupun tantangan dari sisi globalisasi itu pasti ada, kita bisa mengatasinya dengan menanamkan nilai Pancasila lebih dalam dalam keseharian. Mempertahankan Pancasila bukan cuma urusan pemerintah atau sekolah saja, melainkan kewajiban setiap orang, terutama anak muda sekarang.

Jika Generasi Z menjadikan Pancasila sebagai landasan saat menghadapi derasnya globalisasi, mereka bisa berkembang jadi generasi yang kekinian, pintar, sekaligus punya rasa kebangsaan yang kuat. Hal ini adalah jalan agar Indonesia terus tegak kuat sebagai negara yang merdeka dan punya kehormatan di panggung dunia.

Masalah Sungguhan di Dunia Maya

Dunia maya kini adalah tempat utama anak muda Generasi Z berinteraksi. Sayangnya, area ini sering penuh dengan kata-kata kasar, berita palsu, perundungan online, dan sikap tidak suka perbedaan. Kejadian ini membuktikan bahwa makin canggih teknologi belum tentu diikuti dengan makin dewasanya akhlak. Prinsip Pancasila yang semestinya jadi panduan saat berinteraksi sering terabaikan, terutama soal kemanusiaan dan persatuan.

Tingkah laku di media sosial itu sebenarnya mencerminkan watak bangsa. Jika tata krama dan rasa peduli dikesampingkan, maka yang terancam bukan cuma kerukunan masyarakat, namun juga kesatuan negara. Makanya, memperkuat nilai Pancasila di dunia maya itu sangat penting, bukan cuma sekadar obrolan.

Pancasila dalam Keseharian

Menerapkan Pancasila tidak harus selalu lewat hal besar. Sikap saling menghargai beda pendapat, tidak gampang terpancing isu yang belum pasti benar, dan pandai memakai media sosial adalah wujud nyata penerapan Pancasila. Anak muda Generasi Z perlu sadar bahwa jadi warga negara baik dimulai dari langkah kecil, baik di dunia nyata maupun di internet.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir dan bertindak, kaum muda bisa membantu menciptakan suasana sosial yang sehat, demokratis, dan adil. Ini juga jadi tameng akhlak saat menghadapi dampak buruk globalisasi.

Harapan untuk Generasi Z dan Masa Depan Indonesia

Indonesia butuh Generasi Z yang tidak cuma jago teknologi, tapi juga punya karakter dan rasa kebangsaan yang kuat. Globalisasi harusnya jadi kesempatan untuk memperlihatkan ciri khas bangsa Indonesia yang berdasar Pancasila, bukan malah membuatnya kabur.

Lewat kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat, nilai Pancasila bisa terus hidup dan berguna di tengah zaman yang berubah. Diharapkan Generasi Z bisa jadi pembawa perubahan yang mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang maju tanpa melupakan identitas bangsanya.(*)

Berita Terbaru

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle27 menit lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline1 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang3 jam lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga7 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional8 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional8 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat8 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline8 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang10 jam lalu