Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Membangun Desa Wisata Berkelanjutan

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|21:00 WIB
Bagikan:
Membangun Desa Wisata Berkelanjutan
Jaelani Husni, Awardee BIB UPI tahun 2025, Dosen STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri dan jasa, desa wisata di Kabupaten Subang menjadi salah satu ruang penting untuk membaca arah masa depan pembangunan daerah.

Berdasarkan data dari Disparbud Jawa Barat, ada 30 desa wisata di Kabupaten Subang yang harus menyadari potensinya. Hal tersebut menjadi semakin terlihat dengan perubahan orientasi wisata back to nature, satu terminologi yang dimiliki oleh desa wisata.

Ini membuktikan bahwa keseriusan pemerintah membangun etalase ekonomi dan wisata berbasis komunitas merupakan kunci untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, tidak semua desa wisata memahami dan menyadari hal tersebut. Maksudnya adalah perkembangan industri dan jasa yang profesional dan ajeg terkadang tidak dibarengi dengan kapasitas SDM desa wisata yang mumpuni.

Hal itu, pada akhirnya membuat desa wisata stagnan dan cenderung tidak bisa memecahkan setiap masalah mendasar sebagai tonggak pergerakan awal membangun desa berbasis ekonomi dan pariwisata.

Dalam hal ini, penting kiranya pemangku kebijakan atau stake holder desa wisata memahami filosofi desa wisata itu sendiri. Lalu apa itu desa wisata?.

Pengertian
Menurut Prihatin Oktobasari dalam bukunya yang berjudul Desa Wisata: Inovasi, Pemberdayaan dan Masa Depan Berkelanjutan, desa wisata adalah wilayah pedesaan yang dijadikan tujuan wisata karena memiliki potensi daya tarik khas desa.

Lahirnya konsep desa wisata merupakan bentuk yang optimal dalam pariwisata dengan memberikan penawaran sebuah destinasi yang dikemas dalam bentuk hidup dengan masyarakat lokal sehingga pada desa wisata ini tercipta sebuah kegiatan wisata di desa wisata dengan mengintegrasikan atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung dengan struktur kehidupan masyarakat di daerah tertentu (Elida Mahriani: 2020).

Dalam pengelolaannya, konsep desa wisata sebagaimana Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa adalah memberikan kewenangan besar untuk mengelola sumber daya yang ada di desa (Maulana et al: 2022).

Artinya wahana desa wisata sangat begitu presentatif untuk mewadahi orientasi masyarakat modern didalam berwisata. Ia tidak sekedar menawarkan destinasi yang terbatas, melainkan menjadi ruang hidup yang luas yang dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi, edukasi dan refleksi dari hikuk pikuk yang telah dijalani.

Penelitian menunjukkan potensi stres kerja di Indonesia di kalangan pekerja bisa mencapai 73% (data survei 2012, studi Widyarni, 2022). Studi lain menyebutkan 87,5% prevalensi stres di Asia. Dan, desa wisata bisa menjadi solusi rekreasi yang mampu "mengobati" problematika masyarakat modern tersebut.

Tantangan
Tidak ada desa yang tidak memiliki potensi. Setiap desa dimungkinkan bisa menjadi desa wisata, baik menyajikan wisata alam, budaya ataupun wisata buatan selama ada keinginan dari pemangku desa dan masyarakatnya. Dengan kata lain, hadirnya desa wisata bisa menjadi wasilah untuk meningkatkan taraf ekonomi dan pendapatan asli desa (PADes).

PR mendasar desa wisata hanya satu, baik yang berlevel rintisan, berkembang, maju bahkan mandiri, yakni kesadaran, baik bagi pemerintah maupun masyarakat yang hidup didalamnya. Dengan digulirkannya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), peluang ini seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mengembangkan kolaborasi antar sektor ekonomi kerakyatan, dunia pariwisata serta upaya untuk melestarikan budaya desa.

Tidak dapat dipungkiri, persoalan desa wisata selalu berkutat pada konflik kepentingan karena tidak pahamnya pengelola serta masyarakat didalamnya.

Oleh karena itu, sinergisitas lembaga desa, BUMDes, KDMP, Pokdarwis, Karang Taruna serta elemen organisasi sosial yang ada di desa harus menjadi peletak dasar membentuk persepsi bersama bahwa desa wisata merupakan langkah ekonomi kreatif yang potensial dengan cara membagi perannya masing-masing secara profesional dan akuntabel.

Meski diawal nampak sulit, lambat laun, kerangka bisnis desa wisata itu akan terbentuk asal ada konsistensi dan tanggung jawab bersama.
Subang Smartpolitan

Subang tengah berbenah dan Subang tengah melakukan percepatan ekonomi dengan semakin banyaknya investor menanam modal usaha dalam bidang jasa dan industri modern.

Smarpolitan di Subang Utara serta perusahaan dibeberapa titik vital sedang dibangun melalui inklusivitas Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang disinyalir akan membuka sekitar 18.000 lapangan kerja (Pasundan Ekspres, 2025).

Dengan demikian nampak arus urbanisasi dan kehidupan yang lebih heterogen akan tercipta di kota yang populer dengan sebutan Kota Nanas tersebut.
Karenanya, peluang untuk mendatangkan wisatawan regional akan semakin besar bagi desa wisata.

Terlebih, dengan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai rekor tertinggi sebesar 211,76 juta perjalanan sepanjang 2025, naik 26,50% dari 2024. KDM, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat meyakini bahwa Jawa Barat masih dan semakin diminati sebagai tempat untuk berwisata.

Ia tidak akan kehilangan pasarnya. Semakin banyak orang berdatangan ke desa wisata, maka semakin besar peluang untuk meraup rupiah dan kesejahteraan bagi setiap desa. Desa tetangga, yang dalam hal ini bukan desa wisata, bisa saja bekerja sama dengan desa wisata, menitipkan hasil UMKM desanya melalui KDMP ataupun BUMDes atau pengelola wisata. Inilah yang dimaksud dengan gerakan ekonomi kerakyatan dan kemandirian desa yang berkelanjutan.(*)

Berita Terbaru

Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Headline47 menit lalu
Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle1 jam lalu
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline14 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle15 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang16 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional17 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional18 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle19 jam lalu