Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 290: Putriku

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|09:01 WIB
Bagikan:
Pojokan 290: Putriku
Kang Marbawi.

Putriku ini, sudah semester empat (IV) di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dia termasuk Generasi Z (lahir antara tahun 1998-2012) yang digital natives. Hampir semua kehidupannya tak pernah lekang dengan gadgetnya. Sudah bebeberapa kali gonta-ganti gadget, walau bukan yang terbaru dan mahal.

Karena saya -orang tuanya, tak melulu mengabulkan keinginannya untuk ganti handphone (HP). Kadang dibelikan yang second. Itupun harus “bertempur” dulu dengannya. Untungnya, ada solusi damai yang bisa ditempuh oleh kami. Bukan macam Board of Peace-nya Trump, yang tak melibatkan Palestina.

Dari bangun tidur hingga tidur lagi, hampir tak pernah lepas dengan HP-nya. Kehidupannya, mulai soal pemenuhan kebutuhan pribadi hingga urusan kuliah-nya, tak lepas dimediatori media sosial (medsos). Mantengin medsos seolah menjadi ritual utama. Baginya, kuota dan charger-an HP adalah nyawa kehidupan. 

Mungkin tak semua anak Generasi Z seperti putri yang kusayangi ini. Tapi saya perhatikan, tidak terlalu jauh berbeda. Bagi putriku dan sebagian besar Gen Z, perspektif dirinya, lebih utama dibanding pandangan orang lain. Menyebabkan gampangnya perubahan emosi, takkala pendapatnya tak diterima orang lain. Kenyamanan dirinya -dalam hal apapun, menjadi tujuan. Sebuah narasi yang kadang menggerus esensi empati dan kepekaan. Seperti halnya moto para oligarkh-kapitalis, keuntungan sebesar-besarnya untuk kesejahteraanku, bukan orang lain.

Hal itu bisa jadi, karena putriku hidup dijaman serba digital. Semua bisa dilakukan dengan sentuhan di gadgetnya. Mulai pesan makanan, transportasi, informasi, hiburan, interaksi sosial, keuangan hingga hal-hal yang private, semuanya ada dalam genggamannya. Untuk mencapai sesuatu, putriku dan generasi Z, tak terbiasa menjalani sebuah proses panjang, yang membutuhkan anggitan kesabaran dan stamina. Putriku dan generasinya, terbiasa mendapatkan keinginan/sesuatu dengan instan dan mudah.

Asupan nalarnya, bisa jadi didominasi dari medsos dan chat GPT. Menawarkan kemudahan dalam hal apapun, hasinyal yang cepat pula. Membaca fisik buku sudah mulai ditinggalkan oleh generasinya. Distraksi medsos terhadap asupan nalarnya, mungkin lebih dominan dibanding fokus membaca dan menalar. Hal sama terjadi juga pada saya.

Putriku dan genersinya hidup diera disrupsi budaya, nilai, teknologi, dan orientasi pragmatis, hedon. Di dunia maya, nilai menjadi barang absurd, sekaligus paradoks. Adiksi ngonten dan atau nonton konten di medsos. Tontonan menjadi tuntunan. Tuntunan menjadi tontonan. Nilai menjadi komoditi yang diperjual-belikan. Ditentukan oleh seberapa besar respon like, follow, share natizen-masyarakat dunia maya.

Ruang interaksi antara kami-para orang tua dengan putra-putrinya semakin artifisial. Hanya ketika mereka membutuhkan dukungan uang jajan, kuota, kebutuhan pribadi dan kuliahnya. Komunikasi secukupnya, seperlunya dan secepatnya. Setelah itu, mereka kembali kedunianya, medsos. Kadang kita pun asyik dengan medsos kita sendiri. Ruang keluarga menjadi sunyi, namun bising di dunia maya.

Sepertinya, bukan kami-keluarganya, yang bisa membentuk perspektifnya. Justru ruang interaksi maya yang menentukan cara pandang terhadap dunia, keluarga, lingkungan dan dirinya sendiri. Disinilah letak pertempuran dan pergumulan sesungguhnya bagi kami-orang tuanya. Bisa jadi juga terjadi pada para orang tua lainnya

Pergumulan untuk tetap menanamkan nilai-nilai dan kepekaan. Keduanya telah tersapu-habis -hampir luluh lantak,oleh intensnya interaksi dengan gadget. Kepekaan dan nilai-nilai yang harus betul-betul saya tanamkan dengan sesungguh-sungguhnya ke pikiran, jiwa dan nuraninya. Dengan teladan, family time, kasih sayang tulus dan dukungan penuh kepadanya.

Ah, sudahlah, terlepas dari itu semua. Perjuangan kami -para orang tua adalah mengasah, menguatkan dan menjaga kepekaan rasa, anak-anak kami. Pun nilai-nilai penghormatan terhadap kemanusiaan, kesetaraan, keadilan dan keadaban yang terus kami tanamkan. Dan doa yang tak pernah putus, untuk keberkahan, kesehatan dan kemapanan (dalam ekonomi, ilmu, pemikiran dan akhlak), selalu kami langitkan dengan mencium bumi.

Demi masa depan putra-putri kami. Putra-putriku, kau akan menemukan sendiri jalan hidupmu. Dan itu tak selalu mudah. Jalani jalanmu dengan tuntunan langit dan tetaplah berpijak pada bumimu, akarmu, nuranimu dan pada sujudmu. (Kang Marbawi, 010226)

Berita Terbaru

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle31 menit lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle1 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat2 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline14 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta14 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle16 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle17 jam lalu