Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 295: Integritas vs CoI

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|17:28 WIB
Bagikan:
Pojokan 295: Integritas vs CoI
Kang Marbawi.

Tak ada di dunia ini yang tak punya kepentingan. Semua makhluk pasti punya kepentingan. Hata lalat pun punya kepentingan. Paling tidak, kepentingan untuk bertahan hidup dengan menghisap sesuatu dari apapun yang kotor.

Pedagang punya kepentingan mengambil untung dari pembeli. Pembeli pamrih dapat diskon dari penjual. Boss/pejabat butuh loyalitas bawahan. Bawahan butuh validasi pimpinan agar bisa naik jabatan. Bahkan jika perlu menjilat pantat atasan pun dilakukan, yang penting bisa melentingkan karir. Tak peduli dengan cara menginjak atau menjegal teman sebelah, hingga tersungkur.

Penguasa butuh rakyat yang tunduk patuh, hata jika harus ditindas, seperti kecoa yang diinjak hingga gepeng. Atau penguasa butuh panggung dunia, walau kedaulatan terjerat kesepakatan. Rakyat butuh pemimpin yang adil dan berani menjaga kedaulatan. Walau tak pernah menemukannya dari dulu hingga sekarang.

Entah sampai kapan ditemukan. Bahkan perlu disayembarakan, “Dicari pemimpin yang adil dan berani menjaga, memerjuangkan kepentingan dan kedaulatan bangsa dan negara ini. Agar tidak dijual ke asing dengan dalih apa pun”. Dan muncullah para pengobral janji tiap pemilu (pemilihan umum). Rakyat pun memilihnya demi harapan pada janji yang ditunaikan. Yang dicari tetap tak ditemukan.

Bagi sebagian orang, meraih kekuasaan adalah hasrat terbesar yang musti diraih selama hayat dikandung badan. Pun ketika kekuasaan atau jabatan itu didapat, selalu melahirkan kebutuhan baru yang harus dipenuhi. Semakin tinggi jabatan atau besar kekuasaan, semakin miskin kecukupan.

Dan untuk memenuhi syahwat kesenangan tersebut, kadang melego moral dan etik sebagai integritas - keutuhan keadaban diri. Demi menyuapi syahwat, tak peduli dengan konflik kepentingan -conflict of interest/CoI. Untuk mewujudkan CoI tersebut, berbagai cara orang melakukannya.

Ada himbauan menarik dari Saldi Isra yang susah dilakukan. Orang Padang-Sumatera Barat yang juga wakil ketua Mahkamah Konstitusi ini, CoI hanya bisa dilawan dengan integritas. Seolah CoI adalah musuh kejam yang akan memorak-porandakan kehormatan seseorang, tanpa pandang bulu. Macam Israel yang menyerang bangunan sekolah dasar di Iran dan Gazza, menewaskan ribuan manusia. Ditengah budaya birokrasi yang selalu membutuhkan validasi dan jabatan adalah untuk menikmati fasilitas, integritas menjadi penjaga moral dan etik birokrasi.

Integritas mencerminkan kejujuran yang menjadi prinsip dan selalu dipegang teguh. Seperti halnya, emas permata digenggaman yang tak pernah ingin terlepas sedetikpun.

Integritas adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, sebagai bagian dari prinsip birokrasi yang harus dijaga. Sebab birokrasi harus berlandaskan pada filosofi melayani masyarakat dan diwujudkan dalam etika birokrasi. Hal inilah yang harus diperjuangkan dan dibangun bersama. Integritas bisa melahirkan kepercayaan.

CoI tidak akan muncul, bila integritas sudah menyatu bagai kopi dan gula secara personal, jabatan dan sistem. Artinya, integritas menjadi tameng yang melekat dikepribadian seseorang. Tanpa integritas, orang akan cendrung terperangkap CoI yang berujung pada tindak korupsi atau menyalahgunakan jabatan/kekuasaan. Integritas harus dijaga mati-matian. Walau faktanya tidak mudah.

Namun demikian, integritas bisa dilembagakan andaikan dibangun sistem yang memungkinkan siapapun tidak bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan atau melakukan CoI. Akhirnya “kepemimpinan tanpa integritas akan kehilangan legitimasi”. Pasca Muhammad Hatta, Baharuddin Lopa, Ir. Sutami dan sebangsanya, siapakah pemimpin saat ini yang diangap berintegritas dan terlepas dari CoI? Entahlah.

Sayapun ragu, bisakah saya menjaga integritasku sendiri dari CoI? Godaan hedonis, syahwat dan kekuasaan begitu besar. Bak banjir bandang yang meluluh lantakkan nurani dan moral-etik. Seringkali integritas kalah telak dengan CoI. Itu fakta! (Kang Marbawi, 070326)

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional8 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang9 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang9 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta10 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta10 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang10 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle13 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle14 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline14 jam lalu