Pojokan 298: Ngirit Nasional

Hemat lah, apapun yang kau pegang dan membutuhkan energi, kau harus irit. Gara-gara perang asimetris Iran vs US-Israel, harga minyak meroket mencapai US$100 per barel. Repotlah kita! Perang Iran vs US-Israel dipastikan akan meningkatkan belanja impor Migas (minyak dan gas) negeri kita tercinta. Dan itu menguras APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita.
Jadi siapapun yang mengaku warga negara Indonesia, tunjukkan nasionalisme dan kecintaanmu kepada Indonesia dengan berhemat. Titik! Sudah pasti, mematikan gas elpiji setelah masakan matang, menjadi bagian ngirit. Sampai-sampai, mandi pun dibatasi waktunya. Agar tak menghabiskan air yang di sedot pakai listrik.
Konon kata para pejabat, jika semua ASN (aparatur sipil negara) melakukan kerja dari rumah satu hari per minggu, bisa gemi BBM (bahan bakar minyak) mencapai 83 juta liter per bulan, setara 521.383 barel. Jika harga 1 barel mencapai US$101 dengan kurs US$ 1 dolar sama dengan Rp15.000, maka harga 1 barel = $101,18 x Rp15.000 = sekitar Rp1.517.700. Harga 521.383 barel = Rp1.517.700 x 521.383 ≈ Rp790.800.000.000 (atau sekitar Rp790,8 triliun). Rata-rata per hari menghabiskan 17.379 barel. Jika di rupiah kan, per hari menghabiskan biaya Rp29,766 miliar untuk konsumsi BBM, dengan kurs dolar Rp16.957. Itu uang yang bisa dihemat negara.
Strategi kreatif gemi konsumsi BBM dengan kerja dari rumah, matikan gas elpiji pasca masak, perlu ditambahi himbauan pengisian BBM berdasarkan ganjil-genap nomor kendaraan, atau naik komuter ke kantor, seperti di negera sebelah. Penting juga maklumat pembatasan transaksi game online.
Sebab Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2024 menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), ada lebih dari 154,9 juta pemain game di Indonesia. Kompas (120226) menyebutkan transaksi per hari, industri game online di Indonesia mencapai Rp6,4 miliar. Per jam, pemain game menghabiskan Rp268,5 juta. Total transaksi dari 1 Juli s.d. 30 November 2025 saja mencapai Rp34,5 triliun. Angka yang cukup fantastis. Sebanyak 78 % di antaranya berasal dari platform mobile. Dan uang sebanyak itu terbang ke pengembang game luar negeri.
Andai pemerintah juga mewajibkan para pemain game online yang sebagian besar usia 10-34 tahun bisa berhemat jam bermain game, -rata-rata per minggu mereka menghabiskan 25 jam untuk main game, bisa juga menghemat anggaran negara. Sebab permainan game pun membutuhkan listrik juga. Sayangnya ide untuk membatasi transaksi game online belum masuk dalam agenda “program ngirit nasional”.
“Gerakan Ngirit Nasional BBM” sepertinya pas dijadikan hastag (#) kita bersama. Caranya terserah masyarakat. Masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan. Mereka, tak perlu di ajari. Karena sudah terbiasa hemat, menyesuaikan pendapatan yang tak kunjung melambung seperti harga BBM. Sebelum menyukseskan untuk menjadi penengah konflik perang Iran-US-Israel, ada baiknya kita gaungkan “Gerakan Ngirit Nasional BBM”. Itu lebih pasti! (Kang Marbawi, 280326)
