Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Refleksi: Belajar dari Fenomena SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|12:17 WIB
Bagikan:
Refleksi: Belajar dari Fenomena SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta
Penulis: Gozali (Kandidat Doktor Pendidikan Islam)

Untuk Menghadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat yang Luar Biasa, Bukan Menambah Kuantitasnya, tetapi Meningkatkan Kualitas.

Antrean panjang pendaftaran sekolah dasar di Yogyakarta yang mencapai hitungan tahun ke depan bukan sekadar fenomena administratif. Ia adalah penanda kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan. Salah satu contoh yang banyak diperbincangkan adalah SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, yang daftar tunggunya bahkan mencakup anak-anak yang belum memasuki usia sekolah.

Fenomena ini seharusnya tidak dibaca semata sebagai persoalan keterbatasan daya tampung. Lebih dari itu, ia mencerminkan pergeseran cara pandang orang tua: dari sekadar mencari sekolah terdekat menjadi mencari sekolah dengan mutu, nilai, dan sistem pendidikan yang diyakini mampu membentuk masa depan anak.

Di titik inilah muncul tantangan besar bagi dunia pendidikan. Ketika kepercayaan masyarakat meningkat tajam, godaan paling umum adalah menambah kuantitas—meningkatkan jumlah rombongan belajar, memperluas daya tampung, atau membuka kelas baru tanpa kesiapan menyeluruh. Langkah ini mungkin tampak solutif dalam jangka pendek, tetapi berisiko serius dalam jangka panjang. Rasio guru dan siswa menjadi tidak ideal, perhatian pendidik terpecah, dan kualitas layanan pendidikan perlahan menurun.

Pendidikan sejatinya bukan soal berapa banyak peserta didik yang dapat ditampung, melainkan seberapa baik setiap peserta didik dilayani. Ketika kualitas dikorbankan demi kuantitas, yang terjadi bukan pemerataan mutu, tetapi penurunan mutu secara sistemik. Sekolah menjadi penuh, tetapi proses pembelajaran kehilangan kedalaman dan sentuhan personal.

Karena itu, keputusan untuk tidak menambah kuota secara berlebihan justru patut dipahami sebagai sikap tanggung jawab moral. Menjaga kualitas berarti menjaga amanah kepercayaan publik. Setiap tambahan siswa bukan sekadar angka, tetapi tanggung jawab pendidikan, pembinaan karakter, dan masa depan yang dipertaruhkan.

Fenomena antrean panjang ini juga mengirim pesan penting bagi pemangku kebijakan pendidikan. Persoalan utamanya bukan hanya akses, melainkan ketimpangan kualitas antar sekolah. Selama mutu pendidikan belum merata, masyarakat akan terus menumpuk harapan pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap paling dapat dipercaya.

Solusi jangka panjangnya bukan memaksa satu sekolah menanggung beban kepercayaan sendirian, melainkan meningkatkan kualitas sekolah secara kolektif dan sistemik. Penguatan kompetensi guru, tata kelola sekolah yang profesional, serta konsistensi nilai dan budaya pendidikan harus menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat yang luar biasa hanya dapat dijawab dengan kualitas yang dijaga secara konsisten. Bukan dengan memperbanyak bangku, tetapi dengan memperkuat makna pendidikan. Karena sekolah yang benar-benar besar bukanlah yang paling banyak muridnya, melainkan yang paling bermutu dampaknya bagi generasi masa depan.

*Dari berbagai sumber
**Gozali (Kandidat Doktor Pendidikan Islam)

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle1 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle2 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle4 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional5 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle6 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang6 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle6 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional7 jam lalu