Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

TikTok: Panggung Baru Budaya Lokal di Era Digital

H
HubaEditor: Huba
|19:39 WIB
Bagikan:
TikTok: Panggung Baru Budaya Lokal di Era Digital
Platform TikTok sebagai ruang ekspresi budaya di era digital. Sumber: Pixabay

Oleh: Laudhya Seftia Dewi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro 

Media sosial kerap dianggap sebagai ruang hiburan semata namun bagi generasi muda Indonesia platform seperti TikTok justru menjadi panggung baru untuk mengekspresikan budaya lokal. Dari tarian tradisional musik daerah hingga bahasa dan dialek lokal TikTok memungkinkan budaya yang sempat tertinggal di kehidupan sehari-hari untuk hidup kembali dan dikenal lebih luas. Platform ini menghadirkan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya sambil mempromosikan identitas budaya yang mungkin jarang terlihat di media konvensional.

Fenomena ini sejalan dengan Uses and Gratifications Theory yang menyatakan bahwa audiens menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan tertentu, hiburan identitas atau interaksi sosial. Dalam konteks budaya lokal, banyak kreator muda memanfaatkan TikTok bukan hanya untuk menghibur tetapi juga untuk membangun identitas budaya mereka dan mengajak penonton berinteraksi dengan tradisi yang mereka tampilkan. Misalnya, video tarian tradisional yang disertai penjelasan sejarah atau tips melakukan gerakan tertentu menjadi cara baru agar penonton tidak hanya menonton tetapi juga belajar dan berpartisipasi secara aktif.

Data menunjukkan TikTok adalah platform yang paling banyak diakses di Indonesia oleh kelompok usia 16-24 tahun dengan lebih dari 35% pengguna menggunakannya setiap hari. Tren konten budaya lokal pun meningkat signifikan. Tarian tradisional dan musik daerah kini sering menjadi konten viral yang memunculkan rasa bangga akan warisan budaya. Beberapa kreator bahkan memanfaatkan momen hari besar atau festival budaya untuk membuat konten bertema adat yang mendapatkan jutaan views. Hal ini membuktikan bahwa budaya lokal dapat hidup dan menjangkau audiens yang jauh lebih luas daripada sebelumnya.

Konten budaya lokal yang viral di TikTok bukan sekadar hiburan. Banyak kreator menambahkan informasi sejarah bahasa daerah atau cara pembuatan alat musik tradisional sehingga penonton mendapatkan edukasi budaya secara interaktif. Misalnya video tentang cara memainkan angklung atau membuat gamelan mini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mengajarkan nilai budaya dan sejarah kepada penonton muda. Dengan cara ini, platform digital terbukti mampu menjadi ruang belajar sekaligus pelestarian budaya yang efektif, menjembatani generasi tua dan muda secara digital.

Relevansi budaya digital semakin terasa di era globalisasi. Ketika akses informasi dan hiburan semakin cepat budaya tradisional berpotensi tenggelam di tengah arus global. Banyak tradisi yang dulu hanya dikenang melalui cerita lisan atau buku, kini bisa disaksikan secara langsung di layar ponsel. Namun kreativitas generasi muda di media sosial membuat budaya lokal tidak hanya bertahan tetapi juga bertransformasi menjadi sesuatu yang adaptif relevan dan menarik bagi audiens modern. Budaya lokal kini bisa dikemas dengan gaya yang mengikuti tren digital tanpa kehilangan nilai dan maknanya.

Sebagai masyarakat penting bagi kita untuk melihat media sosial bukan sekadar hiburan kosong. TikTok dan platform digital lain menawarkan peluang unik karena budaya lokal bisa tetap hidup dikenal dan berkembang tanpa kehilangan identitas aslinya. Keberadaan komunitas kreator yang fokus pada budaya menunjukkan bahwa generasi muda sadar akan pentingnya pelestarian tradisi sambil tetap
menguasai teknologi modern. Hal ini membuka ruang bagi kolaborasi antara generasi muda kreatif dengan para pakar budaya sehingga pengetahuan tradisional tetap terjaga dan diteruskan.

Di era digital budaya tradisional tidak lagi diam di museum atau buku, melainkan tampil dilayar ponsel langsung ke tangan generasi penerusnya. Dengan langkah sederhana seperti membuat konten kreatif, generasi muda bisa menjadi penjaga budaya sekaligus duta budaya digital. Platform seperti TikTok bukan sekadar hiburan tetapi juga sarana memperluas jangkauan budaya dan membentuk rasa bangga akan identitas lokal. Dengan demikian, era digital justru menjadi peluang emas untuk memastikan bahwa budaya lokal tidak hanya hidup tetapi juga relevan di tengah modernitas. (*)

Berita Terbaru

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle1 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle2 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional2 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang3 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle3 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle3 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional4 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional4 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional4 jam lalu