Disarpusda Purwakarta Kekurangan Tenaga Arsiparis dan Pustakawan

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, Aan, menyebutkan bahwa pihaknya kekurangan tenaga arsiparis dan pustakawan.
Untuk arsiparis, sambungnya, jumlahnya cukup signifikan, yakni mencapai 218 orang.
Adapun saat ini baru ada 37 orang. Hal ini terjadi di tengah upaya memperkuat tata kelola arsip dan budaya literasi di daerah.
"Kebutuhan arsiparis ini sudah mendapat persetujuan dari Kementerian PAN-RB. Hal ini merujuk pada surat persetujuan Menpan RB Nomor B/5890/M.SM.01.00/2024 tertanggal 6 Desember 2024," kata Aan kepada wartawan Pasundan Ekspres, Senin (15/12/2025).
Kondisi serupa, kata dia, juga terjadi pada tenaga pustakawan. Saat ini, Disarpusda Purwakarta hanya memiliki delapan pustakawan, didukung 32 tenaga teknis perpustakaan desa serta 17 tenaga pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM).
Padahal, kata Aan, berdasarkan rekomendasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 13152/1/PPP07/XI.2024, kebutuhan jabatan fungsional pustakawan dan asisten perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencapai 184 orang.
Dari jumlah tersebut, pemerintah pusat baru menyetujui 65 formasi pustakawan, sebagaimana tercantum dalam persetujuan Menpan RB Nomor B/3343/M.SM.01.00/2025 tertanggal 21 Juli 2025.
Aan menilai keterbatasan sumber daya manusia ini menjadi tantangan serius dalam pengelolaan arsip dan layanan perpustakaan. Padahal, menurutnya, arsip dan perpustakaan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
"Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan bagian penting dari perjalanan dan perkembangan suatu daerah. Sementara perpustakaan menjadi ruang bersama untuk meningkatkan wawasan dan mencerdaskan masyarakat," ujarnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Disarpusda Purwakarta merencanakan pelatihan dan peningkatan kapasitas pustakawan serta tenaga pengelola perpustakaan pada tahun 2026, melalui bimbingan teknis manajemen perpustakaan.
"Langkah ini diharapkan mampu memperkuat layanan arsip dan perpustakaan, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kabupaten Purwakarta," ucap Aan.(add/sep)
