HUT ke-4, BPBD Purwakarta Berkomitmen Perkuat Sinergi dan Siaga Darurat Hidrometeorologi

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta merayakan hari jadinya yang keempat dengan mempertegas komitmen kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
Di tengah momentum syukur ini, BPBD menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap fenomena hidrometeorologi basah yang kini tengah membayangi wilayah tersebut.
Peringatan HUT ke-4 ini diwarnai dengan aksi kemanusiaan berupa donor darah yang melibatkan ratusan peserta di halaman Kantor BPBD Purwakarta, Jalan Purnawarman Selatan, Senin (05/01/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan yang akrab disapa Abah Erlan menegaskan bahwa perayaan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Basah.
"Status ini berlaku mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Ini adalah langkah responsif kami terhadap meningkatnya curah hujan yang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga angin kencang," ujar Erlan di sela-sela kegiatan kepada Pasundan Ekspres.
Erlan memaparkan data penanganan bencana di Purwakarta selama tiga tahun terakhir yang menunjukkan tren fluktuatif. Tahun 2023 dengan 485 kejadian bencana, Tahun 2024 turun menjadi 284 kejadian, dan Tahun 2025 kembali meningkat menjadi 389 kejadian.
Meski terjadi peningkatan pada tahun lalu, Erlan mengapresiasi kinerja tim dan seluruh pihak terkait karena semua kejadian tersebut berhasil tertangani dengan baik.
Menurutnya, kunci keberhasilan evakuasi dan mitigasi adalah sinergi antara TNI, Polri, relawan, dan instansi pemerintah lainnya. Selain penguatan internal, kegiatan donor darah yang digelar hari ini bertujuan untuk membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Purwakarta.
Ini menjadi simbol bahwa BPBD tidak hanya hadir saat darurat bencana, tetapi juga dalam aksi sosial masyarakat.
"Harapan kami di usia keempat ini, BPBD semakin solid dan tangguh. Kami ingin memastikan perlindungan maksimal bagi warga dan semoga wilayah kita dijauhkan dari marabahaya," tambahnya.
BPBD Purwakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan temuan potensi bencana, seperti pergerakan tanah atau tanda-tanda longsor, melalui kanal resmi atau pihak berwenang setempat.(mas/sep)
