Jelang Nataru 2026, Harga Ayam Potong Tembus Rp 40 Ribu Per Kg di Purwakarta

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga daging ayam potong di pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Pantauan di Pasar Rebo Purwakarta pada Selasa (9/12/2025), harga ayam potong mencapai Rp40.000 per kilogram. Tak hanya itu, daging ayam fillet atau tanpa tulang juga mengalami kenaikan harga.
Untuk fillet dada harganya mencapai Rp50.000 per kilogram, sedangkan fillet paha menyentuh Rp60.000 per kilogram.
Dikonfirmasi terkait kondisi ini, para pedagang mengaku kenaikan tahun ini terasa lebih cepat dan tinggi dibandingkan hari raya sebelumnya.
Penyebabnya diduga berasal dari pasokan ayam yang berkurang serta harga dari bandar atau pemasok yang turut naik, dampak tingginya permintaan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tiap hari naik. Harga ayam sekarang Rp40.000 per kilo. Untuk fillet dada Rp50.000 dan paha Rp60.000," kata Nana, pedagang ayam potong di Pasar Rebo Purwakarta.
Menurut Nana, tingginya permintaan fillet untuk kebutuhan MBG menyebabkan harga bahan baku naik dari tingkat pemasok. Kondisi ini membuat pedagang sulit menahan harga jual di pasar.
"MBG maunya fillet. Karena itu harga dari bandar sudah tinggi, dari PT juga naik. Ya mau bagaimana, yang beli mau nya murah, tapi harga memang lagi mahal," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Kenaikan harga ayam pun berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang di pasar. Nana menyebut penjualan turun hingga 40 persen karena sebagian pembeli mengurangi jumlah belanja.
"Yang beli pada berkurang. Penjualan sepi terus. Kasihan juga yang enggak punya uang atau uangnya pas-pasan," ucap Nana.
Kenaikan harga ini juga dikeluhkan pembeli. Meski kebutuhan protein harian tetap harus dipenuhi, sebagian warga merasa keberatan.
"Dulu paling naik ke Rp40.000, turun lagi. Tapi sekarang enggak turun-turun. Keberatan banget. Ayam naik, sayur naik, semua naik," kata Reni, salah satu pembeli.
Ia berharap harga dapat kembali normal agar tidak semakin membebani masyarakat kecil. "Harapannya, semoga bisa turun lagi. Kasihan rakyat kecil," ujarnya.(add/sep)
