Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jelang Nataru 2026, ‎Harga Ayam Potong Tembus Rp 40 Ribu Per Kg di Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:30 WIB
Bagikan:
Jelang Nataru 2026, ‎Harga Ayam Potong Tembus Rp 40 Ribu Per Kg di Purwakarta
Harga ayam potong di Pasar Rebo Purwakarta naik signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Kondisi ini dikeluhkan, baik oleh pembeli maupun pedagang.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga daging ayam potong di pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Pantauan di Pasar Rebo Purwakarta pada Selasa (9/12/2025), harga ayam potong mencapai Rp40.000 per kilogram. Tak hanya itu, daging ayam fillet atau tanpa tulang juga mengalami kenaikan harga.

‎Untuk fillet dada harganya mencapai Rp50.000 per kilogram, sedangkan fillet paha menyentuh Rp60.000 per kilogram.

‎Dikonfirmasi terkait kondisi ini, para pedagang mengaku kenaikan tahun ini terasa lebih cepat dan tinggi dibandingkan hari raya sebelumnya.

‎Penyebabnya diduga berasal dari pasokan ayam yang berkurang serta harga dari bandar atau pemasok yang turut naik, dampak tingginya permintaan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎"Tiap hari naik. Harga ayam sekarang Rp40.000 per kilo. Untuk fillet dada Rp50.000 dan paha Rp60.000," kata Nana, pedagang ayam potong di Pasar Rebo Purwakarta.

‎Menurut Nana, tingginya permintaan fillet untuk kebutuhan MBG menyebabkan harga bahan baku naik dari tingkat pemasok. Kondisi ini membuat pedagang sulit menahan harga jual di pasar. ‎

"MBG maunya fillet. Karena itu harga dari bandar sudah tinggi, dari PT juga naik. Ya mau bagaimana, yang beli mau nya murah, tapi harga memang lagi mahal," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.

‎‎Kenaikan harga ayam pun berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang di pasar. ‎Nana menyebut penjualan turun hingga 40 persen karena sebagian pembeli mengurangi jumlah belanja.

‎"Yang beli pada berkurang. Penjualan sepi terus. Kasihan juga yang enggak punya uang atau uangnya pas-pasan," ucap Nana.

‎Kenaikan harga ini juga dikeluhkan pembeli. Meski kebutuhan protein harian tetap harus dipenuhi, sebagian warga merasa keberatan. ‎

"Dulu paling naik ke Rp40.000, turun lagi. Tapi sekarang enggak turun-turun. Keberatan banget. Ayam naik, sayur naik, semua naik," kata Reni, salah satu pembeli.

‎‎Ia berharap harga dapat kembali normal agar tidak semakin membebani masyarakat kecil. ‎"Harapannya, semoga bisa turun lagi. Kasihan rakyat kecil," ujarnya.(add/sep)

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline44 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional12 jam lalu