Kades Campakasari Dorong Seni Lokal Purwakarta, Warisan Leluhur Mengandung Nilai Kehidupan

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Desa Campakasari, Kabupaten Purwakarta, Adji Darmadji, menegaskan komitmennya mendukung pelestarian seni tari dan budaya lokal sebagai identitas masyarakat desa.
Adji menilai seni tari tradisional seperti Jaipongan dan Lengser bukan sekadar hiburan, melainkan warisan leluhur yang mengandung nilai kehidupan, keagamaan, dan kearifan lokal.
“Kita tidak boleh membiarkan budaya yang diwariskan nenek moyang hilang. Seni tari memiliki makna mendalam tentang kehidupan masyarakat yang harus dijaga,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Desa Campakasari menyiapkan sejumlah program pengembangan seni budaya, di antaranya lokakarya tari mingguan bagi anak-anak dan pemuda, penyediaan tempat latihan serta perlengkapan tari, hingga menghadirkan seniman lokal sebagai pembimbing.
Selain itu, pemerintah desa juga akan menggelar pameran seni dan pertunjukan tari pada agenda besar desa maupun peringatan hari nasional, serta mendorong sekolah dasar dan menengah memasukkan seni tari lokal ke dalam kegiatan ekstrakurikuler.
“Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan budaya, siapa lagi,” tegas Adji.
Meski demikian, Adji menekankan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh warga.
“Mari kita bersama-sama membangun desa yang bangga terhadap budayanya. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat identitas masyarakat kita,” katanya.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari warga. Tokoh masyarakat sekaligus Ketua RW 05, Satria (45), mengaku senang dengan dukungan pemerintah desa terhadap seni budaya lokal.
“Saya senang melihat anak-anak muda mau belajar Jaipongan dan Lengser. Semoga seni ini terus hidup dan bisa diwariskan kepada anak cucu kita,” ujarnya.(mas/ded)
