Kaleidoskop Purwakarta 2025: Pelantikan Bupati, Inovasi Program, dan Kepuasan Publik Memuncak

PASUNDANEKSPRES.ID - Tahun politik mungkin sudah berlalu, namun janji-jani politik di Purwakarta mulai diuji. Kaleidoskop Purwakarta 2025 memperlihatkan perjalanan pembangunan daerah, pelantikan kepala daerah, serta berbagai inovasi program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Selengkapnya tentang rangkaian peristiwa yang menggambarkan langkah nyata kepemimpinan Om Zein dan implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada warga Purwakarta.
Pelantikan Bupati Purwakarta dan Visi Misinya
Salah satu momen penting terjadi saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein dan Abang Ijo Hapidin, oleh Presiden Prabowo Subianto.
Om Zein, sapaan akrab Saepul Bahri Binzein, menguraikan visi dan misi yang berfokus pada empat pilar utama: peningkatan sumber daya manusia yang berkarakter dan profesional, pemerataan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal.
Pilar ketiga menekankan iklim investasi yang sehat dan penciptaan lapangan kerja, sedangkan pilar keempat mengutamakan transformasi birokrasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pelayanan publik bermartabat.
Melanjutkan Kepemimpinan Dedi Mulyadi
Om Zein secara tegas menyatakan niatnya melanjutkan kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi.
Ia ingin Purwakarta kembali dipimpin sosok yang mendengar aspirasi rakyat dan menekankan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat kecil.
Strategi ini juga terbukti efektif, terlihat dari melonjaknya elektabilitasnya dalam survei LSI Network Denny JA, mencapai 46,1 persen, unggul jauh dari pesaingnya Anne Ratna Mustika yang turun ke 29,3 persen.
Inovasi Desa Binaan dan Infrastruktur
Bupati Purwakarta terpilih menantang 18 perguruan tinggi untuk membina satu desa masing-masing melalui sistem istimewa.
Program ini bertujuan mempercepat pembangunan desa dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, dan ekonomi berbasis lokal.
Om Zein juga menolak pengadaan mobil dinas baru, menekankan efisiensi anggaran, dan memastikan anggaran diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk jalur Lingkar Barat yang menghubungkan Purwakarta dengan Karawang, Cianjur, Bekasi, hingga Bogor.
Pelancongan dan Kunjungan Diorama
Strategi menggratiskan Bale Panyawangan Diorama Purwakarta terbukti jitu.
Data UPTD mencatat kunjungan dari Januari hingga Juni 2025 mencapai 12.604 orang, naik signifikan dari 8.479 kunjungan sepanjang 2024.
Bale Panyawangan kini menjadi destinasi unggulan, baik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Kepuasan Publik Meningkat
Survei LSI Denny JA menunjukkan 83,6 persen warga Purwakarta puas atas kinerja Om Zein. Angka ini melebihi kepuasan terhadap Pemkab Purwakarta secara keseluruhan yang mencapai 79,5 persen.
Meski begitu, Om Zein menegaskan masih banyak pekerjaan rumah, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah.
Kaleidoskop Purwakarta 2025 menegaskan momentum pembangunan yang berjalan seiring dengan kepuasan masyarakat.
Pelantikan, inovasi desa binaan, efisiensi anggaran, serta strategi pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting perjalanan Purwakarta di tahun ini.
(pm)
